Keinginan warga Way Muli untuk menetap, akhirnya didengarkan oleh Pemkab Lamsel

Kalianda, WARTA SELATAN
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akhirnya mau mendengarkan keinginan warganya untuk tetap tinggal di desa Way Muli.

Keinginan warga Way Muli tersebut disampaikan, Jumat (4/1) saat plt bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto yang didampingi Sekdakab Lamsel Fredy SM saat mengunjungi para pengunsi untuk mendengarkan keinginan warganya tentang hunian yang akan segera dibangun oleh pemerintah.

Dalam kesempatan itu Nanang berkesempatan berdialog dengan pengungsi di Way Muli, tentang rencana pemerintah untuk melakukan rellokasi hunian para pengungsi yang menjadi korban musibah Tsunami, Sabtu (22/12) lalu.

Muksin salah satu pengungsi yang juga warga setempat mengatakan bahwa pada dasarnya dirinya mengikuti yang menjadi program pemerintah, namun karena dirinya bersama rekan lainya rata-rata sebagai nelayan dan petani, untuk itu dirinya berharap agar lokasi pembangunanya tidak jauh dari semula, yang penting aman dari musibah bencana ” kami ini Nelayan, jadi tidak bisa jauh dari sini, kami menerima tapi jangan jauh-jauh dan masih didesa Way Muli ” kata Muksin

Mendengarkan keluhan warganya, Nanang Ermanto mengatakan bahwa pada dasarnya penerintah siap memfasilitasi dan membantu warga Way Muli untuk tetap disini, namun pihaknya akan mencari lokasi lahan yang masuk dalam standar keamanan bagi warganya ” kami akan cari lahan disini yang cocok dan memenuhi standar keamanan yang telah ditentukan ” kata Nanang.

Sebenarnya tujuan pemerintah untuk merelokasi warga ketempat yang lebih aman diluar desa Way Muli bukan tanpa alasan dan kajian yang matang demi keamanan warga dari bahaya bencana.
Karena sesuai dengam Perda Nomor 15/2015 bahwa mengingat daerah kita masuh dalam wilayah yang rawan longsor/Tsunami khususnya diwilayah Kecamatan Rajabasa, oleh karena itu tidak boleh gegabah dalam pengambilan keputusan agar bencana seperti yang baru terjadi tidak menimpa kepada warga kembali ” katanya.

Untuk diketahui bahwa sebelumnya Pemkab Lamsel sudah melakukan Rakor bersama Instansi terkait tentang relokasi dan hunian tetap warga yang kehilangan tempat tinggalnya, dan diusulkan ditempatkan didesa Kedaton Kecamatan Kalianda dengan luas tanah 6 hektar yang sudah dipersiapkan.
Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamsel ini bahwa pembangunan ini bukan berbicara untuk hari ini, tetapi berbicara untuk 5-10 tahun kedepan kalau nantinya terjadi musibah lagi, maka saja kita mengulangi kesalahan kedua kalinya, tapi kalau mau direlokasi itu baik, tapi kalau mau tetap di Way Muli pihaknya harus mencari lahan yang memenuhi standar keamanan bagi warga yang akan menghuni daerah ini.(kmf/ ADE/Ristiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *