KPK segel Kantor Milik Keluarga Sibron, Khamamik Siap Mundur dari Nasdem

Bandar Lampung, WARTA SELATAN
Setelah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang usai diamankan dalam Operasi tangkap tangan, Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK) Rabu (23/1/2019). Kini KPK melakukan penyegelan terhadap kantor PT Suci Budinusa (Subanus) Kontraktor yang diduga milik keluarga Sibron yang dilakukan pada, Kamis (24/1)

Anisa salah satu tetangga kantor Subanus, mengatakan pihaknya tidak mengetahui adanya penyegelan terhadap kantor yang berada di jalan Dr. Harun Kotabaru II, Tanjungkarang Timur Bandar Lampung tersebut. ” Sudah satu minggu tidak ada aktivitas dikantor itu, dan saya tidak tau kalau disegel KPK , yang saya tau biasanya ramai Caleg datang kesitu ” katanya

Dari pantauam media ini kantor kontraktor yang berada di samling SD tanjumg Agung itu, terlihat Segel KPK menempel pada gagang pintu masuk kantor milik keluarga Sibron dan terlihat sepi usai dipasang Segel oleh KPK yang sebelumnya dilakukan OTT.

Ditenoat terpisah, Plt Ketua DPW Partai NasDem Lampung Taufik Basari, kepada media ini dengan yegas menyatakan bahwa DPW Partai NasDem Lampung sangat menghormati dan mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK.

” Partai Nasdem menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum, yang sedang berjalan ” kata Taufik Basari melalui rilisnya.

Dikatakannbahwa, bupati Mesuji Khamamik adalah Dewan Pertimbangan Partai NasDem di tingkat kabupaten Mesuji. Sebagaimana ketentuan yang berlaku di partai NasDem apabila ada kader yang tersangkut kasus tindak pidana korupsi maka pilihannya hanya dua, yaitu mengundurkan diri atau diberhentikan ” katanya.

Kepada perwakilan keluarga DPW Nasdem Lampung langsung mengkonfirmasi hal ini pada perwakilan keluarga dan hasilnya saudara Khamamik siap mundur dari kepengurusan, sesuai dengan Komitmen yang diberlakukan di partai Nasdem ” tutur Taufik Basari.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan delapan orang saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung. Dari keselapan orang yang terkena OTT tersebut terdiri dari kepala Daerah/bupati, ASN dan Swasta ditiga wilayah yakni unsur Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Mesuji.(ADE/RISTIANA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *