Usai Nanang berdialog dengan warga, ahirnya Blokir jalan Tol KM 52 dibuka oleh warga

Katibung, WARTA SELATAN
Kehadiran Plt bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dilokasi pemblokiran ruas jalan Tol KM 52, akhirnya mengalah, setelah sang bupati menyatakan siap mempertaruhkan jabatanya demi membela warganya.

Pernyataan tersebut disampaikan, Minggu (27/1) saat melakukan dialog bersama warga desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, yang memblokir ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Kilometer (KM) 52 terkait ganti rugi yang belum diterima.

Dihadapan para warga Nanang Ermanto yang didampingi oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Muhamad Syarhan SIK MH, menyatakan sial memfasilitasi penyelesaian polemik Unag Ganti Rugi (UGR) antara warga dengan Kementerian PUPR.

” Setelah pertemuan ini, saya Undang ke rumah Dinas besok Senin malam, untuk membahas lebih lanjut masalah pembebasan lahan di KM 52 ” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan lamsel ini.

Namun demikian saya berharap agar masyarakat tetap mengikuti aturan atau prosedur hukum yang telah ditentukan, dan yang lebih penting jangan mudah diprovokasi oleh orang orang yang tidak bertangung jawab yang memanfaatkan situasi ini ” Ayo masalah ini kita perjuangkan, percayakan kepada saya sebagai bupati dan akan saya perjuangkan hak hak bapakndan ibu semua ” katanya.

Usai berdiskusi dan berdialog langsung akhirnya warga setempat bersedia membuka pemblokiran ruas JTTS di KM 52 tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah lampung Selatan untuk diselesaikan.

Ditempat yang sama Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan berterima kasih kepada warga yang dengan kesadanya sendiri membuka pemblokiran JTTS KM 52, setelah melakukan diskusi dan berdialog bersama antara bupati, Polri dan warga dengan kesimpulan semua oermasalahannya diseleaaikan oleh Pemkab Lamsel ” kata Syarhan.

Seperti kita ketahui bahwa aksi pemblokiran yang dilakukan oleh warga tersebut
selain mengganggu aktivitas pembangunan JTTS, pemblokiran tersebut merupakan pelanggaran hukum ” tutur Syarhan lagi.

Sementara itu, Camat Katibung Hendrajaya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lamsel akan menyiapkan satu unit bus untuk memfasilitasi diskusi warga Desa Tanjungratu, Kecamatan Katibung di Rumah Dinas Bupati Lamsel mengenai pembebasan lahan KM 52 guna melanjutkan pembahasan bersama warga desa Pardasuka tentang UGR ” kata Hendrajaya.

Dari informasi yang diterima dilapangan, pembayaran UGR belum dilakukan oleh kementerian PUPR dikarenakan masih ada proses hukum di pengadilan, namun demikian direncanakan akan dilakukan upaya khusus oleh Plt. Bupati Nanang Ermanto agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan (kmf/ADE-RISTIANA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *