Hendra Apriyansyah dan Titik Sutriningsih berebut Ketua KPU Lamsel

Menjelang Pleno, Komisioner KPU Lamsel diduga belah dua, Abdul Hafid jadi suara penentu.

KALIANDA, WARTA SELATAN
Spekulasi siapa yang akan menggantikan posisi M Abdul Hafid sebagai Ketua KPU Lampung Selatan kini mulai santer berkembang baik dari eksternal ataupun internak KPU itu sendiri.

Beberapa nama sudah mulai bermunculan dipermukaan siapa yang akan memimpin lembaga pemilu dilampung Selatan ini hingga Oktober 2019 mendatang.

Nama nama yang sudah muncul tersebut diantaranya, Hendra Aprianyah, Titik Sutriningsih, Sri Fatimah bahkan Mislamudin ikut juga digadang-gadang akan duduk sebagai pemegang tongkat estafet dari M Abdul Hafid yang kini menerima sanksi jabatan dari DKPP.

Isyu yang tak kalah hangat juga beredar bahwa, saat ini Komisioner KPU Lampung Selatan terpecah menjadi dua kubu, kubu satu yakni Hendra Apriyansyaj dan Sri Fatimah dan kubu kedua adalah kubu Titik Sutriningsih dan Mislamudin yang sebelumnya sama-sama menjabat sebagai Panwaskab Lamsel, sehingga untuk sampai dikursi ketua KPU Lamsel kuncinya tetap dipegang oleh M Abdul Hafid sebagai kartu As.

Sekretaris KPU Lampung Selatan Bejo Purnomo, Senin (20/5/2019) saat dihubungi media ini menampik bahwa saat ini komisioner pecah menjadi dua kubu hanya menjelang pleno pemilihan Ketua KPU ” wah itu tidak benar, hingga saat ini lima orang Komisioner KPU Lamsel tetap kompak, dan kalau hal pemilihan ketua itu biasa saja ” tutur Bejo.

Dikatakan Bejo Purnomo bahwa, rapat pleno Komisioner KPU dalam rangka pemilihan Ketua KPU Lampung Selatan direncanakan akan dilaksanakan Rabu (22/5/2019) yang akan diikuti oleh 5 orang Komisioner KPU dan semua Komisioner punya kesempatan untuk memilih, namun hanya empat orang Komisioner yang memenuhi persyaratan untuk dipilih, sedangkan M Abdul Hafid hanya bisa memilih saja karena baru saja menerima sanksi dari DKPP ” tutur Bejo Purnomo lagi. (Ade/ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *