Des Syahrijal miliki 129 Kg Ganja, dituntut hukuman mati oleh Jaksa

(wartaselatan.com)-KALINADA
Terdakwa Des Syahrijal  (39) warga Batu tulis Bogor Jawa Barat pemilik Ganja kering sebanyak 129 Kg dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rachmat Djati Waluyo SH dalam sidang yang digelar, Selasa (15/10/2019) di Pengadilan Negeri Kalianda.

Selain itu Jaksa dari Kejaksaan Lampung Selatan ini dalam perkara yang sama juga menuntut hukuman seumur hidup kepada rekanya, Exel Haviano (19) warga  Empang Kecamatan Bogot Kota Bogor Jawa Barat.

Dalam surat dakwaanya JPU Rachmad Djati Waluya menjelaskan bawa terdakwa Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 22.00 wib di Seapord Interdiction Pelabuhan Bakauheni diduga membawa Narkotika jenis Ganja kering seberat 129 Kg yang disimpan dibagasi kendaraannya jenis Toyota Altis dengan Nomor Polisi B 1805 KBH ” tuturnya.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian terdakwa mengaku bahwa barang haram tersebut badalah milik H Buhori (DPO) yang berada di Aceh Nangro Darussalam (NAD) untuk diantarkan kepada Agam (DPO) yang berada di Bogor Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan itu pihak kepolisian kemudian melakukan pengembangan dan berhasik.mengamankan Exel Dhavianto (19) yang akan menjemput kendaraan dan barang pesanananya di Jalan Dr Saleh Dharma Sasmita Batutulis Bogor Jawa Barat ” papar Rachmad Djati Waluya.

Berdasarkan ketarangan para saksi dalam persidangan dan barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan terdakwa secara sah dan meyankinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan permufakatan jahat dan melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli, memperoleh/menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman melebihi 1 Kg, yakni seberat 129 Kg, sehingga telah melanggar pasal 114 (2) 132 (1) pasal 111 (2) 122 (1), pasal 125 (2) 132 (1) Undang Undang RI Nomor 35 / 2009 tentang Narkotika ”  pungkasnya.

Mendengar tuntutan yang telah disampaikan oLeh JPU Majelis.Hakim yang dipimpin oleh Deka Diana SH MH, Hakim.anggota Chandra Revolisa SH MH dan Yudha  Dinata SH serta Panitera penggsnti Awaludin SH akhirnya memberikan waktu hingga pekan depan dengan agenda persidangan pembacaan pembelaan dari terdakwa. ( ADE )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *