Tiga Terdakwa yang dituntut hukuman mati minta diringankan

 

(wartasekatan.com)-KALIANDA
Tiga orang terdakwa yang dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) mengajukan permohonan keringanan hukumanya .

Ketiga terdakwa pemilik Narkotika jenis Sabu seberat 29,05 Kg tersebut membacakan permohonan keringanan hukumanya didepan Majelis Hakim yakni, Nasir als Harun (31) warga pinduh pidada Pesawaran, Sepriyanto Mardani (24) warga Bakung Teluk Betung Bandar Lampung, dan Bayu Perwadi (24) warga Panjang Bandar Lampung.

begitu juga dengan Adi Fakih Usman (27) yang sebekumnya dituntut seumur hidup oleh JPU juga mengajukan permohonan keringanan hukumanya kepada majelis hakim.

Para terdakwa dalam surat permohonan keringanan hukuman kepada majelis hakim menerangkan bahwa, dirinya masih menjadi tulang punggung keluarga, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatanya.

Sedangkan pemasehat hukum keepat terdakwa, Nurhadi SH MH dalam pembelaanya menyatakan bahwa para terdakwa sangat kooperatif baik saat penangkapan, penyidikan, pengembangan kepada para peyugas kepolisiaan, serta sopan dalam persidangan, mengakui kesalahanya dan berjanjanji tidak akan mengulangi perbuatanya ” kata Nurhadi.

Nurhadi juga menyampaikan bahwa tuntutan yang disampaikan oleh JPU itu sangat memberatkan para terdakwa karena tidak sesuai dengan peranan yang dilakukan oleh para terdakwa, oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk meringankan hukuman kepada para terdakwa ” pungkasnya.

Salah satu terdakwa Nasir als Harun (31) dalam surat permohonannya kepada majelis hakim menjelaskan bahwa perbuatan yang dilakukanya tersebut karena tuntutan ekonomi, selain itu terdakwa juga menyatakan bahwa saat ini dirinya masih menjadi tulang punggung keluarga, oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk meringankan hukumanya ” tuturnya.

Setelah mendengar permohonam dari para tersangka Ketua Majelis Hakim, fitra Renaldo SH MH, ketua, anggota Dodik Setyo Wijayanto SH, Madela Natalia Sri Reeva SH MH yang didampingi oleh Panitera Pengganti Jonter Sihombing SH, menyatakan pihaknya akan bermusyawarah untuk memutuskan dalam perkara tersebut, dan akan melanjutkan sidang dalam agenda putusan pada Rabu (13/11/2019) pekan depan.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dodi Ariyansyah SH MH menyatakan tetap pada tuntutanya semula kepada para terdakwa. ( Ade )
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *