Arinal puji keberhasilan Nanang Ermanto bangun Lamsel

(wartaselatan.com)-KALIANDA
Sebagai pintu gerbang Pulau Jawa-Sumatera, Kabupaten Lampung Selatan merupakan daerah multi potensi.

Tidak hanya memiliki laut, gunung dan lahan yang subur untuk ditanami berbagai tanaman perkebunan dan pertanian, Lampung Selatan juga memiliki jalan tol terpanjang di Indonesia.

Tidak mengherankan jika rencana strategis pembangunan nasional maupun provinsi berlabuh di kabupaten dengan semboyan Khagom Mufakat itu.

Dengan sentuhan tangan dingin Pelaksana tugas (Plt) Bupati, H. Nanang Ermanto, Kabupaten Lampung Selatan terus berbenah. Berbagai inovasi dan terobosan pun digeber untuk menjawab tantangan jalan tol dan program strategis nasional.

Seperti pengembangan konsep tata ruang perubahan Kota Kalianda, pembangunan agrowisata dan destinasi pariwisata, pengembangan kawasan industri Way Pisang dan Katibung, pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas jalan, pengembangan UMKM, hingga peningkatan produktivitas perkebunan dan pertanian.

Bahkan, secara khusus Gubernur Lampung Ir. Arinal Djunaidi pun mengapresiasi perkembangan dan kemajuan Kabupaten Lampung Selatan dibawah kepemimpinan Plt Bupati, H. Nanang Ermanto.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Lampung, Hj. Chusnunia Chalim dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021, di Aula Rimau Kantor Bapeda Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (12/3/2020).

“Pak gubernur secara khusus mengapresiasi kemajuan dan perkembangan di Lampung Selatan,” ujar Nunik, sapaan akrab Wagub Chusnunia Chalim dalam arahannya.

Wagub Lampung, Nunik saat menyampaikan sambutan.

Nunik menyatakan, salah satu hal yang patut diapresiasi contohnya dibidang pertanian. Menurutnya, dengan adanya jalan tol terpanjang di Indonesia, Kabupaten Lampung Selatan mampu mempertahankan produktivitas pertanian di daerahnya.

Karena sejatinya, semakin panjang jalan tol semakin banyak lahan pertanian yang tergerus yang pasti berdampak terhadap menurunnya produktivitas pertanian.

“Logikanya seperti itu. Tapi ini lahan berkurang, produktivitasnya meningkat. Pastinya ini berkat kegigihan dan kerja keras semua pihak. Untuk itu pak gubernur mengapesiasi Pak Nanang beserta jajaran yang telah bekerja keras,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nunik mengatakan, Lampung Selatan masuk 4 besar wilayah andalan di Provinsi Lampung. Selain jumlah penduduk dan wilayahnya yang luas, Lampung Selatan memiliki wilayah yang sangat strategis.

Bahkan Nunik mengungkapkan, pengembangan Kawasan Wisata Terintegrasi Bakauheni yang menjadi program paling diprioritaskan Gubernur Lampung berada di Lampung Selatan.

“Pemerintah Provinsi Lampung sangat serius dan konsen terhadap pembangunan dibidang pariwisata. Bahkan pengembangan Kawasan Wisata Terintegrasi Bakauheni adalah program yang paling super super diprioritaskan pak gubernur,” katanya.

Dengan dukungan dan kolaborasi semua pihak, ia pun meyakini pengembangan Kawasan Wisata Terintegrasi Bakauheni bisa segera diwujudkan.

“Ini butuh dukungan semua pihak. Terutama kawan kawan kami yang ada di Lampung Selatan,” tuturnya.

Selain itu, Nunik menyampaikan, Pemerintah Provinsi Lampung telah menyusun program dan kegiatan dalam kerangka implementasi 33 agenda kerja utama yang butuh dukungan dari Kabupaten Lampung Selatan.

Seperti, implementasi Program Kartu Petani Berjaya, program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Miskin (PEMM), program Smart Village, Program Desa Berjaya, pengembangan Kawasan Industri Katibung, Way pisang, dan Tegineneng.

Kemudian, penanggulangan stunting melalui perbaikan gizi ibu hamil dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita sampai dengan usia 2 tahun serta perbaikan akses dasar air minum layak, serta antisipasi meluasnya dampak virus Corona.

Sementara, dalam kesempatan itu, Plt Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menuturkan, kehadiran Wagub Nunik dapat membawa keberkahan untuk kemajuan pembangunan di daerahnya.

“Kehadiran ibu wagub ini menjadi penyemangat kami dalam membangun Kabupaten Lampung Selatan. Apalagi ini ada Pak Fredy (Kepala Bapeda Provinsi) mantan Sekda Lampung Selatan yang tahu seluk beluk dan kekurangan di Lampung Selatan,” tandasnya. (Kmf/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *