Tim pencegahan Covid-19 desa Sukamarga, berikan Edukasi kepada 15 Santri Ponpes Quin Al-Falah Kediri yang baru datang

(wartaselatan.com)-SIDOMULYO

Tim Pencegahan Covid-19 desa Sukamarga Kecamatan Sidomulyo memberikan Edukasi kepada 15 Santri yang baru datang dari Pondok Pesantren  Quin Al Fallah Mojo Kediri Jawa Timur, Kamis (02/04/2020).

Pemberian Edukasi kepada para santri yang baru saja pulang tersebut dilakukan oleh Tim Pencegahan Covid-19 Desa Sukamarga yang sekaligus sebagai pintu masuk/Keluar Tol Trans Sumatera di Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan.

Dini petugas kesehatan dan salah satu Tim Pencegahan Covid-19 desa Sukamarga kepada media ini mengatakan bahwa,  Edukasi yang diberikan kepada para Santri yang baru saja pulang dari Pondok Pesantren Quin Al Fallah Kediri Jawa Timur itu dilakukan sebagai upaya untuk melakukan pencegahan sedini mungkin terjadinya penyebarannya Covid-19 didesa Sukamarga Kecamatan Sidomulyo ” Yang kami lakukan adalah bentuk Edukasi kepada para santri, karena selama dalam perjalanan dihawatirkan terpapar Virus yang berbahaya itu ” kata Dini.

Desa Sukamarga,  yang menjadi pintu Masuk dan Keluar jalan TOL secara otomatis mempunyai kewajiban untuk melakukan Edukasi kepada setiap warga yang datang, hal itu dilakukan agar yang bersangkutan dapat menjalankan himbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah yang saat ini sedang giat melakukan pemutusan rantai penyebaran virus Corona ini.

Kepada para santri pihaknya menyampaikan bahwa para santri yang datang atau pulang itu tidak  membawa virus,  tapi kami khawatir dalam perjalanan terpapar oleh Virus yang berbahaya itu,  oleh karena lakukan Isolasi diri selama 14 hari,  berjemur kalau pagi,  jangan bersentuhan dengan siapapun selama Isolasidiri ” tuturnya

Kepala desa Sukamarga Sidiantori AMd,  mengatakan bahwa pemberian Edukasi kepada para santri yang baru saja pulang oleh Tim pencegahan Covid-19 desa Sukamarga adalah untuk memberikan ketenangan kepada para santri yang baru saja pulang kerumahnya ” tutur Sidiliantori.

Ada 15 santri yang berasal dari Kecamatan Sidomulyo yang mondok di Pondok Pesantren Quin Al Fallah Mojo Kediri Jawa Timur,  setelah dilakukan pemeriksaan semuanya dinyatakan sehat, namun tetap harus melakukan Isolasidiri selama 14 hari dirumahnya masing-masing,  hal itu dilakukan karena dihawatirkan selama dalam perjalanan terpapar virus yang sangat berbahaya itu ” pungkasnya.  (*’/Ade-Bang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *