MKKS lakukan monitoring dan Intruksikan Tendik secara Dor to dor para anak didik

SIDOMULYO-(wartaselatan.com)
Di tengah Pandemi Covid 19 dan menyambut datangnya Bulan suci Ramadhan Tahun 1441 H/ 2020 M. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Lampung Selatan, Melakukan Monitoring guna memastikan Daring Sistem dapat berjalan secara optimal, terhadap peserta Didik ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), selama penerapan Sosial Distancing di seluruh Tenaga Pendidik (Tendik) SMP di kabupaten Lampung Selatan, mengintruksikan lakukan monitoring siswa secara dor to dor terhadap peserta Didik.

Dikatakan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Lampung Selatan, A. Wardani, HS, M. Pd saat dihubungi (Wartaselatan.com) Rabu (22/04/2020).

A. Wardani HS, M. Pd. Mengatakan, selama kita melakukan monitoring terhadap para Tenaga Pendidik (Tendik), Para Tendik dituntut untuk membuat dokumentasi dan laporan tertulis terhadap serangkaian kegiatan kemudian laporan tersebut akan diteruskan kepada Kepala Sekolah untuk ditembuskan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

“Dari hasil laporan kegiatan para (Tendik) menjadi dasar untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi oleh Dinas Pendidikan dan Pemerintah Lamsel, untuk penyempurnaan pembelajaran Daring Sistem terhadap para peserta Didik, guna peningkatan kualitas pendidikan, selama masa pemberlakukan Sosial Distancing oleh Pemerintah ditengah wabah Pandemi Covid-19,” Jelasnya.

Selain itu pihaknya juga telah meminta turut serta kepada para Kepala Sekolah untuk
berkontribusi, dalam men sosialisikan imbauan Pemerintah Daerah, dalam upaya percepatan penanganan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, selama kegiatan Monitoring dor to dor kerumah peserta didik (Tendik) di tekankan utuk berperan aktif mengedukasi terhadap peserta didik. khusunya dilingkungan pendidikan, tuturnya.

“Tendik , Lanjunya, dituntut untuk ikut mengkampayekan memakai Masker diberbagai kesempatan kepada peserta didik, selama beraktivitas di luar rumah,” Imbuhnya.

Terkait prihal tersebut lanjut Ketua MKKS Lamsel yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kapsek) SMPN. 3, Candipuro itu, sangat dimungkinkan pengalokasian biaya operasional untuk membeli Masker dan Hand Sanitizer bisa melalui dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS), selama mengedukasi para siswa dengan dibarengi dengan pembagian Masker dan hand sanitezer kepada para peserta didiknya.

“Namun demikian pihaknya meminta untuk mencatat penggunaan anggaran dalam penanganan dan pencegahan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dilingkungan pendidikan melalui dana (BOS) harus disertai laporan keuangan yang akuntabel, dari setiap dana yang dikeluarkan” Tegasnya.

Masih dikatakannya, Upaya-upaya tersebut, dalam rangka mendukung Pemerintah Daerah demi peningkatan kualitas pendidikan terhadap para peserta didik, selama penerapan metode Daring Sistem pembelajaran siswa, ditengah Pandemi Covid-19 dalam masa pemberlakukan Sosial Distancing di Lamsel.

” Langkah ini kita ambil dalam upaya mendukung Pemerintah Daerah , guna percepatan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khusunya dilingkungan pendidikan,” Tandasnya (Ade).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *