Dua tahun Kelompok Tani Katibung terima bibit Abal-abal dari Dinas Pertanian Lamsel

KATIBUNG-(wartaselatan.com)
Kelompok Tani Kecamatan Katibung menilai bahwa bantuan Bibit Jagung yang diberikan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan perkebunan Kabupaten Lampung Selatan kwakitasnya sangat buruk, sehingga akan merugikan masyarakat petani.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Kecamatan Katibung Jauhari, Rabu (29/04/2020) saat menghadiri kegiatan Reses bersama Wakil Ketua II DPRD Lampung Selatan Agus Sutanto didesa Babatan Kecamatan Katibung Lampung Selatan.

Bantuan yang diberikan oleh Dinas Pertanian itu kwalitasnya sangat buruk, bahkan bisa dikatakan abal-abal kata Jauhari, sehingga berpotensi akan merugikan para petani dan sangat tidak sesuai dengan proposal yang diajukan oleh para Kelompok Tani (Koptan) di Kecamatan Katibung ” kata Jauhari.

Oleh karena itu lanjut Jauhari, bantuan sejak tahun 2018 dan 2019 tidak kami tanam dan numpuk dirumah kami, karena petani takut rugi kalau menanam ” Dirumah kami berton ton pak Bibit Jagung itu, petani tidak mau tanam karena takut rugi .

Namun demikian sebagai kelompok tani, saya disuruh menanam oleh salah satu Petugas Penyuluh Pertanian, dan begitu saya tanam hasilnya sangat buruk sehingga kami rugi ” paparnya.

Oleh karena itu saya atas nama kelompok tani Kecamatan Katibung, memohon kepada bapak Agus Sutanto, agar menindak lanjuti permasalahan ini, sehingga petani tidak merugi, dan keuangan negara tidak sia – sia ” pungkasnya.

Setelah mendengarkan informasi dan penjelasan dari salah satu kelompok tani, Agus Sutanto menyatakan akan segera menindak lanjuti dan merekomendasikan kepada Komisi yang ada di DPRD. ” Kami akan segera tindak lanjuti dan akan dibahas oleh Komisi yang membawahinya di DPRD ”

Ini persoalan yang serius, karena menyangkut penggunaan anggaran yang diduga tidak tepat sasaran dan sia-sia, oleh karena itu dalam waktu dekat akan kami agendakan untuk dilakukan rapat dengar pendapat (RPD) dengan instansi terkait ” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *