KPU melaksanakan Sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Lamsel dimasa New Normal terhadap Mahasiswa dan Pelajar

KALIANDA-(wartaselatan.com)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan melaksanakan sosialisasi pemilihan bupati dan wakil bupati Lampung Selatan pada Era New Normal terhadap Mahasiswa dan Pelajar, Rabu (22/07/2020) yang digelar di Gedung STAIS YASBA Kalianda.

Kegiatan sosialisasi kepada sasaran pemilih dalam pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak ini yang dilaksanakan oleh KPU Lampung Selatan dihadiri oleh Komisioner KPU Propinsi Lampung Antoniyus Cahyalana S.IP sebagai Divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat, Ketua KPU Lampung Selatan Ansurasta SE, Komisioner KPU Lampung Selatan Mislamudin SPd MPd, Asma Emilia SE.

Antoniyus Cahyalana mengatakan bahwa sosialisasi, pendidikan pemilih dan partiaipasi masyarakat atau pemilih sasaranya adalah kepada keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, Disabilitas, berkebutuhan khusus, Marginal, komunitas dan Nitizen.

Untuk diketahui bahwa pemilihan serentak kepala daerah bupati dan wakil bupati di Propinsi Lampung sebanyak 8 daerah, dengan rincian 6 Kabupaten dan 2 Kota Madya, yakni, Lampung Timur, Lampung selatan, Way Kanan, Pesisir Barat dan Lamping Tengah, sedangkan 2 Kota Madya adalah Kota Bandar lampung dan Kota Metro.

Dalam pemilihan umum kepala daerah di era New Normal pada masa pandemi Covid-19 ini KPU mentargetkan partisipasi pemilih sebesar 77,5 %, namun demikian pihaknya dalam melakukan sosialisasi membatasi peserta sosialisasi dan pendidikan pemilih secara langsung, Mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana sosialisasi dan pendidikan pemilih, mengkampanyekan pemilihan aman untuk meyakinkan masyarakat agar menggunakan hak pilihnya ke TPS dimasa pandemi Covid-19, dan Setiap kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ” Tutur Antoniyus.

Adapun tantangan lain dalam pemilihan umum Pilkada serentak pada masa pendemi Covid-19 ini adalah, ketaatan pelaksanaan protokol kesehatan ditahapan penyelenggaraan pemilihan.

Koordinasi dan komunikasi penyelenggaraan pemilihan terhambat karena kualitas jaringan Internet, Proses standarisasi dan pengadaan APD yang rawan terjadi pelanggaran.

Masyarakat khawatir terpapar virus Covid-19 sehingga tidak datang ke TPS, Proses Rekuitment penyelenggara pemilu PPK, PPS, KPPS, PPDS terhambat karena sarana dan prasarana. Peserta pemilihan (Tim Paslon) akan cenderung melanggar protokol kesehatan saat kampanye.

Sedangkan kendala atau potensi masalah pemilihan serentak 2020 ini adalah pengalaman baru bagi penyelenggara pemilu dimasa pandemi Covid-19 ini.

Penyelenggara pemili tidak memiliki pengalaman pemilu/pilkada ditengah wabah pandemi Covid-19 ini.

Publik pesimis, karena ada kekhawatiran kompetisi tidak berlangsung secara demokratis dan voter turun out rendah, serta akan adanya Kluster baru (Pilkada) covid 19, terbuka potensi munculnya covid-19 menjadi Kluster Pilkada jika Protokol kesehatan diabaikan “paparnya.

Komisioner KPU Lampung Selatan Divisi Sosialisasi Mislamudin SPd MPd mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Pilkada 2020 pihaknya membentuk badan penyelenggara pelaksanaan pemilukada yakni, pembentukan PPK, PPS dan KPPS yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemutahiran data dan penyusunan daftar pemilih yang nantinya akan diserahkan kepada PPS untuk dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) yang saat ini sedang berlangsung.

Kemudian pada tanggal 28 Agustus- 3 September 2020 akan dilakukan pengumuman pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan dibuka mulai tanggal 4-6 September 2020, sedangkan penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati pada tanggal 23 September 2020.

Pada tahapan kampanye dimulai pada tanggal 26 September 2020-5 Desember 2020 atau selama 71 hari.

Adapun kampanye tersebut meliputi pertemuan terbatas, tatap muka dan dialog, penyebaran bahan kampanye, pemasangan Alata Perga Kampanye (APK) dan kegiatan lainya serta Debat Publik antar pasangan Calon yang dilaksanakan antara tanggal 26 Setember-5 Desember 2020.

Untuk kampanye melalui Media Massa, cetak dan elektronik pada tanggal 22 Nopember – 5 Desember 2020, sedangkan masa tenang dan pembersiahan APK pada tanggal 6-8 Desember 2020 ” Tuturnya.

Ketua KPU Lampung Selatan Ansurasta SE dalam sambutanya mengatakan bahwa pemilihan umum bupati dan wakil bupati Lampung Selatan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 yang akan digelar secara serentak.

Hingga saat ini pihaknya sudah melaksanakan beberapa tahapan mulai darin persiapan, perekrutan PPK, perekrutan PPS dan perekrutan PPDP yang saat sedang melaksanakan tugasnya melakukan coklit diwilayahnya masing masing.

Adapun target partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 ini adalah 77,5 %, sedangkan jumlah TPS pada pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember 2020 mendatang sebanyak 1.925 TPS ” pungkasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *