Hipni-Melin hampir kuasai kursi di DPRD Lamsel

KALIANDA-(wartaselatan.com)

Bakal Calon Bupati dan wakil bupati Lampung Selatan Hipni – Melin hampir menguasai setengan dari jumlah kursi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di bumi Khagom Mufakat ini.

Dari data yang dihimpun media ini, pasangan yang membawa jargon Lampung Selatan Bangkit ini diusung oleh PAN dengan 7 kursi, Partai Gerindra 7 kursi dan menyusul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 4 kursi, sehingga saat ini mempunyai dukungan sebanyak 18 kursi.

” Alhamdulillah, Sabtu (29/08/2020) PKB juga sudah memberikan rekomendasinya kepada Hipni – Melin ” Tutur Budi Setiawan selaku LO pasangan Bakal Calon bupati-wakil bupati ini.

Penyerahan rekomendasi Form B1.KWK Nomor 3779/DPP/01/VIII/2020 kepada HI-MEL langsung oleh Sekjend PKB M Hasanudin Wahid, di Kantor PKB Komplek Widya Karya Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam penyerahan rekomendasi yang menerapkan protokol kesehatan itu, selain dihadiri oleh Hi-Mel, juga dihadiri oleh jajaran pengurus PKB Propinsi Lampung dan pengurus PKB Lampung Selatan .

Dari data yang dihimpun bahwa jumlah kursi yang ada di DPRD Lampung Selatan sebanyak 50 Kursi.

Saat ini bakal calon Nanang – Pandu diusung oleh PDIP 9 Kursi, Hanura 1 Kursi, dan Nasdem 3 Kursi, dan sepertinya Perindo 1 kusi akan menyusul sehingga junlah 14 kursi, namun akhir-akhir ini Nasdem sepertinya ngambek, kalau keluar dari koalisi maka akan berkurang jumlahnya.

Sedangkan pasangan Tony – Antoni saat ini didukung oleh Golkar 7 Kursi dan PKS 6 kursi sehingga berjumlah 13 kursi.

Sedangkan Hipni-Melin didukung oleh PAN 7 kursi, Gerindra 7 kursi sehingga berjumlah 14 kursi, dan apabila Partai Demokrat menyusul bergabung maka. jumlahnya akan bertambah 5 kursi

Dari isyu yang cukup santer beredar bahwa Bakal Calon bupati-wakil bupati Lamsel, Hipni-Melin, setelah PAN, Gerindra dan PKB, akan menyusul pulan partai Demokrat untuk memberikan rekomendasinya kepada pasangan ini. Pasalnya partai Demokrat dari catatan perjalanan politiknya baik ditingkat pusat dan daerah di Lampung bisa kita amati.

Saat ini ketua Partai Demokrat dipimpin oleh Rido Ficardo yang pada saat Pilgub bersebrangan dengan partai Golkar yang dipimpin oleh Arinal Junaidi yang saat ini sebagai Gubernur Lampung, sehingga patut untuk diduga bahwa rekomendasi itu akan sulit untuk diberikan kepada pasangan Tony -Antoni.

Begitu juga dengan kepada pasangan Nanang Ermanto-Pandu, sepertinya juga terlalu sulit rekomendasi ini untuk jatuh kepada pasangan bupati dan wakik bupati yang mengusung Lanjutkan ini.

Seperti kita ketahui bersama kedua ketua Umum partai ini nampaknya belum juga menemukan titik temu, bahkan sejak pilkada digelar belum pernah terjadi partai Demokrat melakukan koalisi dengan PDIP, oleh karena itu sepertinya juga sulit kalau Rekomendasi itu akan jatuh ke Nanang – Pandu.

Namun demikian karena politik itu sifatnya dinamis, yang setiap waktu, setiap saat dapat berubah, semua akan bisa terjadi kita tunggu saja, kepada siapa partai besutan SBY ini akan berlabuh. (tia/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *