Dinkes Lamsel segera lakukan Kontak Tracing terkait Antoni Imam

KALIANDA-(wartaselatan.com)

Sekretaris DPD Partai Keadilan Sejahtera Lampung Selatan Andi Apriyanto AMd meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan segera melakukan Kontak Tracing.
Pernyataan tersebut disampaikan Andi Apriyanto, Sabtu (05/09/2020) disela-sela mengantarkan pendaftaran bakal calon bupati-wakil bupati Lampung Selatan Tony Eka Candra-Antoni Imam di KPU setempat.
” Pihak RS Abdoel Moeloek sudah menyatakan bahwa Mas Antoni Imam itu positive Covid-19, seharusnya Dibkes diharapkan untuk segera melakukan Kontak Tracing, ” Tutur Andi .
Sebelum dinyatakan Positive oleh RS Abdoel Moeloek, mas Antoni kan melakukan sosialisasi baik kepada warga masyarakat atau dengan keluarganya, oleh karena itu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan Dinkes  sebaiknya melakukan langkah-langkah kongkrit sehingga dapat mendapatkan data secara dini, apakah ada orang lain yang terpapar virus yang berbahaya itu.
Sudah banyak warga yang saat ini mulai was-was, atas musibah yang menimpa mas Antoni, khususnya yang melakukan kontak langsung, apakah dirinya terpapar atau tidak, oleh karena itu Dinkes segera melakukan kontak Tracing ” Tegas Andi Apriyanto.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Jimmy B Hutapea, saat dihubungi media ini melalui Telephone selulernya mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan Kontak Tracing terkait dengan kasus terpaparnya Antoni Imam, yang saat ini sudah dinyakatakan positive Covid-19, menurutnya hal itu dilakukan untuk mengetahui secara dini kondisi orang-orang yang sebelumnya melakukan kontak secara langsung dengannya
 ” Siapa saja yang melakukan kontak langsung ya harus di Tracing ” kata Jimmy.
Menurutnya Antoni Imam yang dinyatakan positive Covid-19 tergolong dalam Asimtomatis, yakni pasien positive tanpa gejala, hal itu harus melakukan Isolasi mandiri selama 14 hari dirumah dan harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan, serta memenuhi protokol kesehatan ” Tuturnya.
Namun apabila dalam dalam masa karantina Isolasi mandiri tersebut ada gejala yang meningkat atau tidak ada penurunan atau perubahan, maka yang bersangkutan harus di Isolasi di Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai RS khusus Isolasi Covid-19 ” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *