Bulan depan, Pemkab Lamsel akan bagikan beras lagi ke Warga

KALIANDA-(wartaselatan.com)

Pemerintah daerah Lampung Selatan akan membagikan kembali beras kepada warga masyarakat yang terdampak bencana Non Alam (Covid-19).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan, Yansen Mulia, Selasa (15/09/2020) dihadapan Komisi II DPRD Lampung Selatan.

Hadir dalam kegiatan Pembahasan Anggaran Perubahan APBD 2020 tingkat Komisi ini langsung dipimpin oleh Ir Halim Nasai sebagai Ketua Komisi II DPRD Lamsel, beserta anggotanya yakni, Sadide (PDIP) Bowo Edi Anggoro (PKS), Tamam (PDIP), Sukardi ST (PAN) Made Sukentre SPd MPd (PKS), Malik Ibrahim (Gerindra), Hamdani SHi (PKB).

Dilanjutkan Yansen bahwa, pembagian beras untuk tahap kedua ini adalah beras jenis Mediun, dengan Kemasan 5 Kg, yang akan dibagikan kepada 24.941 KK yang ada di 17 Kecamatan di Lampung Selatan, sama dengan data pada periode pertama.

Rencana pembagian beras tersebut direncanakan akan dibagikan pada akhir September 2020 atau awal Oktober 2020 secara bergantian pada setiap Kcamatan ” Tuturnya.

Sedangkan jumlah beras yang akan dibagikan kepada masyarakat sebanyak Rp.124.705 ton, sedangkan untuk sumber dananya berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Lampung Selatan.

Sekreyaris Komisi II DPRD Lampung Selatan Bowo Edi Anggoro meminta agar pembagian beras bantuan tersebut tepat sasaran dan hindari embel-embel lainya.

Menurut kader PKS ini bahwa tahun ini adalah tahun politik, oleh karena itu kepada Dinas Ketahanan pangan agar lebih berhati-hati, termasuk tulisan dalam kemasanya ” Tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Lamsel, Ir Halim Nasai, meminta agar pada saat pembagian juga melibatkan para anggota DPRD khususnya yang ada di daerah pemilihanya (Dapil) masing-masing. Menurutnya hal itu untuk pendampingan petugas saat melakukan tugasnya di Kecamatan dan desanya masing-masing ” Pungkansya. ( ade/bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *