PPL Candipuro ikuti Bimtek Pengelolaan Ekologi Tanah

CANDIPURO –( warta selatan.com )

Balai Pelatihan
Pertanian (Bapeltan) Provinsi Lampung
memberikan pembekalan pembuatan alat pengukur kesuburan tanah sederhana,
terhadap para penyuluh pertanian di Kecamatan Candipuro.

Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)
Kecamatan setempat itu dihadiri oleh tim Bapeltan provinsi Lampung dan
diikuti oleh puluhan PPL diwilayah setempat, Selasa (06/10/2020).

Widia. S. Suara Bapeltan Lampung Bambang Haryanto mengatakan,
agenda Bapeltan Lampung berkujung di BPP Model Kecamatan Candipuro
dalam rangka memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para peyuluhan
pertanian lampangan (ppl) tentang pengelolan ekologi tanah pertanian.

“ Bimbingan teknis kepada kawan kawan penyuluh dalam rangka
meningkatkan pengetahuannya sebagai PPL. Terutama bagaimana tentang
menggunakan pengelolaan ekologi tanah,” ujarnya kepada wartaselatan.com,
disela-sela kegiatan tersebut.

Adapun beberapa materi yang disampaikan kepada PPL,diantaranya ia
menyebut, penyuluh diberikan pembekalan merangkai alat pengukur kesuburan
tanah sederhana namun efektif, dengan memanfaatkan bahan dari lingkungan
sekitar tempat tinggal.

“ Kawan-kawan penyuluh kami berikan Bimtek pembuatan alat uji
kesuburan tanah sederhana, memanfaatkan bahan-bahan dari lingkungan
sekitar, ” ujarnya.

Ia mengatakan, melalui alat uji kesuburan tanah sederhana itu, para
penyuluh dapat lebih mudah menyimpulkan beberapa jenis sampling tanah
pertanian tanpa harus melakukan uji coba di laboratorium.

“ Cukup mengggunakan alat sederhana uji kesuburan tanah ini, para PPL
lebih mudah megetahui unsur kandungan organik tanah yang baik yang
dibutuhkan untuk memenuhi nutrisi kepada tanaman,” terangnya.

Melaui kegiatan tersebut ia berharap, petugas
penyuluh bertambah pengetahuannya. Sehingga, pengetahuan yang didapat
tersebut dapat disalurkan kepada para petani.

“ Melalui metode ini, PPL dapat mengetahui tingkat kesuburan tanah.
Sehingga, mampu menetukan langkah pengelolaan tanah dengan optimal,
melalui pemanfaatkan pupuk organik disekitar lingkungan, tanpa harus
menggunakan pupuk buatan secara berlebihan dilahan pertanian. Namun hasil
produksi dapat meningkat,” harapnya.

Sementara, PPL Desa Beringin Kencana Aggung mengatakan, metode
dan cara penggunaan alat uji kesuburan tanah yang telah dilengkapi dengan
lampu indikator tersebut sangat mudah. Dimana ia mengatakan, dari beberapa
hasil uji, sampling tanah yang sebelumnya sudah diberi campuran air tidak memiliki daya hantar listrik yang baik. Sehingga dapat dipastikan tanah tersebut
tidak memenuhi unsur kesuburan tanah yang dibutuhkan oleh tanaman.

Namun sebaliknya, ketika pengujian tanah yang telah di campur dengan
urine kambing, lampu indikator di alat uji terang.

“ Artinya, tanah tersebut memiliki daya pengahantar listrik yang baik.
Jadi dapat disimpulkan tanah itu mengandung ion organik yang dibutuhkan
untuk perkebangan tanaman, sebagai nutrisi bagi tanaman,” pungkasnya .(Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *