Awal Januari 2021, SMPN 1 Sidomulyo Laksanakan KBM Tatap Muka

SIDOMULYO-( warta selatan.com)
Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama Negeri (SMPN) 1 Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan akan melaksankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada awal Januari 2021.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Sidomulyo Sri Wahyuni SPd, Sabtu (5/12/2020) melalui pesan Whatshappnya kepada media ini .

“Insyaallah kami SMPN 1 Sidomulyo pada awal Januari 2021 akan melaksanakan KBM tatap muka ” Kata Sri Wahyuni

Dijelaskan Sri Wahyuni, rencana KBM tatap muka tersebut merujuk kepada Surat Edaran dari Bupati Lampung Selatan Nomor 12 tahum 2020 tertanggal 27 Nopember 2020 Tentang penyelenggaraan pembelajarab pada tahun ajaran 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Desiase 2019 ( Civid-19) pada satuan pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam surat edaran yang ditanda tangani oleh Pjs Bupati lamsel Sulpakar tersebut pihak sekolah diminta mempersiapkan keperluan KBM tatal muka dimasa pandemi covid-19 dan mencabut Surat Edaran Nomor 3 tahun 2020 tentang penyelengaraan pembelajaran jarak jauh .

Berdasarkan surat edaran tersebut ihaknya melakukan
persiapan yang dilakukan oleh SMP Negeri 1 Sidomulyo dalam menghadapi KBM tatap muka dimasa pandemi ini adalah dengan melengkapi alat pelindung diri (APD) untuk menjaga kesehatan warga sekolah, danenghimbau agar selalu mematuhi protokol kesehatan diantaranya dengan pebyediaan Thermogun, Masker warga sekolah,Hand sanitazr, Sabun dan empat cuci tangan dan lainya.

Sedangkan untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka direncanakan akan diatur sedemikian rupa, sehingga aman untuk siswa dan guru dalam menjaga kesehatan ” Tuturnya.

Seperti dalam proses KBM tatap muka direncanakan akan dilaksanakan secara bergantian pada setial tingkatan/Kelas. Misalnya untuk kelas 9 masuk hari Senin dan Selasa, maka untuk kelas 7 dan 8 belajar dirumah, begitu selanjutnya. Begitu juga dengan jumlah siswa yang belajar dikelas hanya 50% dari jumlah sebelumnya yakni dibagi menjdi 2 (dua) kelas, Misalnya kelas 9 A, jumlahnya 32 maka akan dibagi dua yakni hanya 16 siswa dalam satu kelasnya dan seterusnya ” Tutur wahyuni lagi.

Hal itu dilakukan sesuai petunjuk yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Lampung Selatan agar dalam KBM tetap mematuhi protokol kesehatan bagi seluruh warga SMPN 1 Sidomulyo.” Pungkasnya. (ct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *