Sertu Yus Kariyanto Bekali Wawasan Kebangsaan kepada Saka Wira Kartika

KALIANDA-( warta selatan.com )

Pamong Saka Wira Kartika Kodum 0421/LS Serka Yus Kariyanto memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada 45 orang anggotanya, Sabtu (12/12/2020).

Pemberian pembekalan Wawasan Kebangsaan kepada para anggota Pramuka Saka Wira Kartika yang dilaksabakan di Aula Parukesit Kodim 0421/LS ini bertujuan untuk para generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air dan bangsanya.

Yus Kariyanto mengungkapkan bahwa Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan , seperti penjajahan oleh Portugis , Belanda , Inggris , dan Jepang , Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil , karena belum adanya persatuan dan kesatuan , sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik “devide et impera”.ujarnya

Lanjutnya “sejarah mencatat perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara”.ujarnya

Lebih lanjut “dalam perkembangan berikutnya , munculah sebuah kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional , yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata”.sambunya.

Lanjutnya “Kesadaran tersebut kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional itu, yang kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan di bidang politik , ekonomi/perdagangan , pendidikan , kesenian , pers dan kewanitaan”.ujarnya

Labih lanjut “tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dengan ikrar “Satu Nusa, Satu Bangsa , dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia”.ujarnya

Lebih lanjut Yus Karyanto mebgatakan bahwa Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai satu tonggak sejarah , bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam perjalanan sejarah itu telah timbul pula gagasan , sikap , dan tekad yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur”.tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *