Kata PPK Candipuro : Undangan Nyoblos yang tidak Sampai Hanya Orang meninggal dan Pindah

CANDIURO-( warta selatan.com)

Banyaknya sisa C Pemberitahuan/Undangan Pencoblosan kepada pemilih dikarenakan yang bersangkutan telah meninggal dunia atau pindah tempat.


Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua PPK Kecamatan Candipuro M. Fauzi kepada media ini, Sabtu (12/12/2020) kepada media ini saat dihubungi melalui telephone selulernya.


” Ia pak Sisa C Pemberitahuan/Undangan pencoblosan dan kembali kepada petugas itu, karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia/ pindah tempat tinggalnya ” Tutur Fauzi.
Semua undangan sudah saya sampaikan kepada PPPS dan langsung diberikan kepada KPPS untuk diserahkan kepada warga yang punya hak pilih, kalau tidak sampai itu karena sudah meninggal atau pindah tempat tinggalnya.
Ada juga yang sudah didatangi tapi tidak bertemu, jadi kita bawa lagi karena tidak dapat dititipkan dan dikawatirkan disalah gunakan ” Tutur Fauzi lagi melanjutkan keterangannya, namun  tidak  dapat menyebutkan jumlah sisa C pemberitahuan/Undangan pencoblosan yang kembali kepada petugas yang meninggal dan pindah tempat tinggalnya.

” Waduh maaf pak, sampai saat ini saya belum mengetahui berapa surat C Pemberitahuan itu, karena masih ada PPS/KPPS yang belum melaporkan ” katanya lagi
Hal yang sama juga disampaikan oleh ketua PPK Kecamatan Sidomulyo Tubagus Khorulloh bahwa pihaknya belum mengetahui berapa jumlah C Pemberitahuan/Undangan pencoblosan yang kembali kepada petugas
” Duh maaf pak, saya belum punya rekapnya, berapa C Oemberitahuan / Undangan pencoblosan itu yang kembali  kepada petugas, tapi nanti saya cek dulu kepada petugasnya ” katanya.
Disinggung mengenai penyebab tidak sampainya C Pemberitahuan/Undangan Pencoblosan kepada pemilih, menurutnya pihaknya tidak mengetahui secara pasti, namun saat diberikan Bintek kepada  PPS dan KPPS , pihaknya sudah menekankan tentang penyerahan C pemberitahuan/surat undangan itu, termasuk tidak boleh diwakilkan/ dititipkan.


” Begini pak, pada penyelenggaraan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kalau mengenai penyerahan C Pemberitahuan/Undangan pencoblosan itu harus sampai kepada yang bersangkutan dan tidak boleh diwakili/ditipkan, hal itu untuk menghidari adanya penyalahgunaan ” Tuturnya lagi.


Namun kalau petugasnya mau kembali lagi kerumah pemilih yang tidak bertemu atau tidak, saya tidak mengerti, tapi kami PPK sudah menekankan agar ubdangan pencoblosan itu harus sampai kecuali yang memang tidak ada ditempat/meninggal dunia ” Pungkasnya.


Ditempat terpisah, Ketua PPK Kecamatan Way Panji M Salim menuturkan bahwa, pihaknya menjamin bahwa C Pemberitahuan/Undangan pencoblosan itu sampai kepada pemilih, namun lecuali kalau yang bersangkutan tidak ada ditempat / sudah meninggal dunia ” Kami.jamin C Pemberitahuan di Way Panji sudah sampai kepada pemilih, kecuali yang bersangkutan pindah tempat/meninggal dunia maka undangan itu kembali kepada petugas ” Tuturnya.


Sekedar untuk diketahui bahwa, salah satu Paslon yang berlaga pada 9 Desember 2020 dalam pemilihan bupati dan wakil bupati lampung Selatan ini, mengajukan gugatan keberatan karena diduga ada belasan ribu C Pemberitahuan/undangan pencoblosanban  yang tidak sampai ketangan pemilih yang dapat merugikan Paslon, dan meminta kepada penyelenggara untuk dilakukan PSU .
Ketua Bawaslu Lampung Selatan Hendra Fauzi, saat dihubungi media ini melalui sambungan telepohone membemarkan bahwa, pihaknya menerima pengaduan keberatan dari Tim salah satu Paslon ,  ” Ia bener mas, kami menrima pengadua keberatan dari salah satu Tim Paslon, dan pada intinya mereka meminta dilakukan PSU ” Ujarnya. .(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *