Musim tanam tahun ini, Petani Sidomulyo, selain diserang Hama, juga Akses Jalan yang Rusak Berat

SIDOMULYO – (wartaselatan.com)

Masa tanam musim rendengan tahun ini, para petani padi di Desa Sidowaluyo, selain disibukkan
oleh banyaknya serangan hama tikus yang merusak tanaman padi mereka yang baru berumur 30 hari, para petani juga di hadapkan dengan kondisi kesulitan beraktifitas dalam mengurus tanaman padi milik mereka
Lantaran, terhambat akibat akses pertanian mereka yang
menghubungkan Desa Waygelam, Kecamatan Candipuro dan Desa
Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo, rusak parah butuh perhatian.

Petani desa Sidowaluyo Made (50) menuturkan, melakukan aktivitas tanam pada musin rendeng tahun ini, sangatlah menguras tenaga.

“ Musim rendeng tahun ini, selain kami direpotkan oleh
serangan hama tikus menyerang tanaman padi di sawah, para petani
di wilayah ini aktivitasnya terhambat, karena akses jalan pertanian Satu-satunya
menuju lokasi sawah kami rusak parah,”ucapnya, Kamis (07/01/2021).

Masih ditempat yang sama, keluhan serupa pun terucap dari seorang petani lainnya
salah seorang petani sekitar lainya Edi (34). Ia menuturkan, ketika hujan mengguyur, jalan
hujan mengguyur, jalan pertanian yang biasa disebut oleh warga sekitar, dengan sebutan jalan ABRI, di per- kirakan memiliki panjang 5 kilometer dan lebar jalan tiga meter itu, kondisinya
Sangat miris dengan bagian
badan jalan berlubang besar, material aspal terkelupas.

“ Jalan ini pada tahun 2014 sempat diaspal oleh pemrintah. Tapi 7 tahun belakangan, kondisinya rusak parah. Musim hujan melanda,
kondisi jalan tergenang air dan lumpur bak kubangan. Petani
mengeluh karena kesulitan beraktivitas,” keluhnya.
Edi dan petani lainya berharap, akses pertanian yang
membentang ditengah hamparan sawah ratusan hektar milik para petani di Desa Waygelam Kecamatan Candipuro dan Desa Sidorejo,
Sidodadi serta Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo itu dapat di perbaiki sehingga,
warga mampu menjalankan rutinitas untuk menopang
kebutuhan keluarga sehari-hari dari mengais rezeki dengan bertani dapat berjalan lancar.

“Jalan inikan penopang mobilisasi petani disini. 7 tahun terakhir jalan ini rusak. Bila jalan ini diperbaiki, kami sangat beterimaksih. Kami bisa lancar bertani,” harap edi dan diamini para petani lainnya.Pungkasnya. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *