Kapten Inf. Sugeng Pamuji, hadiri Sistem Kelistrikan Lamsel

KATIBUNG-(wartaselatan.com)

Danramil 421-10/Katibung , Kapten Inf. Sugeng Pamuji menghadiri rapat pembahasan sistem kelistrikan di Lampung Selatan.

Rapat yang membahas tentang sistim kelistrikan dan pasikannya ini diselenggarakan di ruang Confers room PLTU Sebalang jalan lintas sumatera KM 22 dusun sebalang desa Tarahan Kecamatan Katibung Lampung Selatan, Kamis (21/01/2021) kemarin.

Rapat yang lanhsung dihadiri bupati lamsel Nanang Ermanto , Para Asisten Sekda kab.lamsel , Ka.Sat polpp , Kadis perkim , Kadis Perhubungan , Kadis Kominfo , Kadis PMPPTSP , Kadis LHD , Kabag pemerintahan , Kabag ops polres Lamsel , Kasat Intel polres Lampung Selatan , Manejer UPK unit sebalang
, Pasi Intel Kodim 0421/LS
, Camat Katibung , Kapolsek Katibung dan juga Kepala desa Tarahan.

Dalam kesempatan kali ini , manager PLTU (Rosied) menjelaskan “daya listrik yang ada di PLTU sebalang
sangat terkait dengan sistem penerimaan batu bara yang mana sumbernya dari wilayah plembang dan jambi , dimana pemakaian dalam sehari 1.750 ton , sementara itu pemasokan batu bara berpengaruh jika cuaca buruk dalam pembongkaran”.
terangnya.

Lebih lanjut “permasalahan tracking daratan & sampah yang mana juga dapat mengganggu karena air tidak dapat masuk akibat terhalang oleh sampah di area pantai sebalang dan ini menjadi perhatian kita semua , program kami juga ada untuk masyarakat yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya dan insya allah dapat terus kami berikan”. tukasnya.

Sementara itu , bupati lamsel Nanang Ermanto memberikan tanggapan yang isinya “dari penjelasan manejer pltu ada 2 masalah yang menjadi perhatian kita semua yaitu masalah sampah dan Tracking bongkar muat batu bara ,
dan ini menjadi problem kita semua yang mana saya meminta Forkopimda untuk sama sama menyelesaikan persoalan yang ada , karena saya tidak mau ada yang menghambat investasi di lampung selatan”.
pungkasnya.

Lanjutnya “saya akan berusaha menyelesaikan persoalan yang menggangu keamanan , untuk itu saya meminta kepada pihak polri dan TNI agar bersama sama menyelesaikan persoalan yang terjadi di sebalang jangan sampai mengganggu kepentingan umum”.tegasnya.

Danramil 421-10/Katibung Kapt INF Sugeng Pamuji juga menjelaskan bahwa pantai Sebalang akhir ini menjadi terkenal wisata baharinya , namun permasalahanpun menjadi agak kompleks tentang status tanah yang saling mengklaim , pada mulanya Sebalang bukan apa apa , namun setelah dikembangkan oleh salah satu penggagas putra daerah (Akbar Gumilang) , sebalang menjadi perhatian masyarakat umum bahkan sampai di luar provinsi lain ikut menjadi tahu”.jelasnya.

Lanjutnya “terkait permasalahan staus tanah sering saling melakukan menutup akses jalan menuju pantai dan area obyek vital nasional (PLTU Sebalang) dan terkait penutupan terakhir yang dilakukan oleh pihak Andi azis merupakan suatu bentuk protes terhadap Bassais , dikarenakan pihak Bassais tidak tertib aturan yang Sudah disepakati dan melanggar kesepakatan yaitu dengan memungut kontribusi karcis kepada pengunjung “. Ungkap Danramil.

Kabag ops polres lamsel juga menyampaikan “pada dasarnya menurut undang undang , 100 M dari bibir pantai adalah milik negara , bukan milik kelompok ataupun perorangan”.tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *