DPRD Kecewa hasil pembangunan Rigig Beton di Kecamatan Sragi

SRAGI-(wartaselatan.com)


Proyek peningkatan jalan lingkungan SMAN I Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang menghabiskan anggaran sebesar Rp276 juta yang sangat tidak memuaskan, dan mengecewakan.

Ketidakpuasan Komisi III DPRD Kabupaten Lamsel saat meninjau lokasi jalan yang menggunakan beton yang kaku, saat ini kondisinya sudah retak bahkan patah hingga kedasar.

Anggota Komisi III DPRD Lamsel, Deden Alindo mengatakan, pekerjaan jalan tersebut sangat mengecewakan pihaknya karena saat dilakukan peninjauan pihaknya banyak menemukan beton yang retak, dan pecah.

“Kurang memuaskan,dan mengecewakan, banyak kekurangan, kata masyarakat tadi hanya satu kali siram juga. Ini harus dibongkar dan evaluasi kembali,” kata Deden, Jumat (05/02/2021).

Karena mendapatkan temuan tersebut, Deden Alindo mengatakan, pihaknya akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak rekanan yang mengerjakan proyek peningkatan tersebut.

“Tadi sudah usul dengan ketua komisi, Ciptanya kita melakukan RDP, yang jelas ini kita minta perbaiki lagi,” lanjutnya.

Hal serupa juga dikatakan Ketua Komisi I DPRD Lamsel, Bambang Irawan yang dimana Kecamatan Sragi merupakan daerah pemilihannya, dirinya mengaku sangat kecewa ketika melihat kondisi jalan yang baru dikerjakan namun sudah berulang bahkan sampai kedasar. “Saya selaku anggota DPRD dapil Sragi, melihat kerjaan ini saya merasa kecewa, ini harus dibongkar, evaluasi kembali,” kata Bambang.

Sementara, Faris selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, teknis peningkatan jalan tersebut sudah baik, namun karena kendala alam yang sangat panas sekali jadi ketika penguapan air terlalu cepat mengakibatkan retak

“Sebelum pelaksanaan sudah sesuai, namun karena alam yang panas sekali membuat penguapan air terlalu cepat dan menjadi retak,” tuturnya. Faris pun menyatakan bangunan tersebut sebelumnya dari pihak pola beton sudah melakukan perbaikan salah satunya snoting, penambahan penebalan, dan ini akan segera berkoordinasi dengan pihak rekanan untuk memperbaiki jalan tersebut.

“Kendala teknis saya rasa sudah benar, namun alam yang seperti ini, dan panas terlalu terik pada saat itu mengakibatkan bangunan jalan jadi retak, tindak lanjutnya nanti akan konfirmasi ke rekanan,” pungkasnya. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *