Warga desa Rawa Selapan, Gotong-royong perbaiki Tanggul Jebol


CANDIPURO-(wartaselatan.com)

Warga dusun Jumakir desa Rawaselapan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (26/2/2021) gotong – royong melakukan perbaikan Tanggul.


Perbaikan Tanggul yang berada di BK-6 dan BK 8 ini merupakan satu-satunya akses utama para petani khususnya bagi warga dusun Jumakir desa Rawaselapan yang akan pergi kesawah tempat mereka bertani.
Bidiono (50) warga dusun Jumakir desa Rawaselapan mengatakan bahwa, perbaikan Tanggul  ini sangat penting karena merupakan akses utama para petani yang akan pergi dan pulang dari sawah atau lahan pertanianya. Oleh karena itu dirinya bersama warga lainya serta para aparatur desa dan kepala desa bahu-membahu memperbaiki Tanggul yang jebol akibat luapan air yang cukup besar ini.
Dirinya lanjut Budiono, yang dipercaya sebagai ili-ili air didusun ini merasa punya tanggung jawab untuk segera memperbaikinya agar segera dapat dilintasi oleh para petani yang akan berangkat dan pulang dari sawahnya ” tuturnya.
Alhamdulillah, paguyuban ili-ili air didusun ini mempunyai paralon dengan diameter 6 Inc yang cukup untuk digunakan dalam rangka menangani luapan air, sehingga dengan dipasan paralon air dapat lancar dan tidak meluap kejalan  ” pungkasnya.


Kepala desa Rawaselapan Bagus Adi Pamungkas SH, mengatakan bahwa dirinya berterima kasih kepada warga dusun Jumakir yang secara bergotong-royong memperbaiki Tanggul yang jebol akibat luapan air yang cukup besar ” katanya.


Kebetulan Tanggul yang terletak didua dusun tersebut merupakan akses utama bagi para petani, khususnya warga dusun Jumakir baik saat berangkat dan pulang dari sawahnya, serta pada saat petani membawa pupuk atau membawa hasil pertanianya.
Perbaikan Tanggul tersebut lanjut Bagus Adi Pamungkas, sudah masuk  dalam program pemerintah desa tahun ini, namun karena masih dalam proses sehingga belum direalisasikan ” paparnya.


Namun demikian saat dirinya meninjau perbaikan yang dilakukan secara bergotong-royong oleh warga setempat, dirinya menerima laporan bahwa pipa paralon yang digunakan adalah milik laguyuban ili-ili air warga setempat yang digunakan untuk mengairi  sawah saat musim tanam gaduh, oleh karena itu pemerintah desa Rawaselapan akan menggantinya ” pungkasnya. (bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *