Serda Budiarso : Gotong Royong merupakan Filter Moderenisasi dan Globalisasi

KATIBUNG-(wartaselatan.com)

Gotong royong sebagai salah satu budaya kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur yang diharapkan mampu bertahan sebagai filter modernisasi dan globalisasi baik langsung maupun tidak langsung yang mempengaruhi kehidupan bermasyarakat yang kini cenderung individualis.

Pernyataan itu disampaikan oleh anggota Babinsa Koramil 421-10/KTB Serda Budiarso, Minggu (7/3/2021) usai melaksanakan kegiatan gotong royong di Desa Sidomekar Kecamatan Katibung Lampung Selatan.

Menurutnya gotong-royong juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran masyarakat berdasarkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan, perlu adanya peran serta dari seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut guna menuju pada penguatan integrasi sosial melalui kegiatan gotong royong dalam pelaksanaan pembangunan serta pemeliharaan hasil pembangunan khususnya yang ada diwilayah ini.

Serda Budiarso juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan, melestarikan dan mengembangkan budaya gotong royong yang merupakan nilai luhur yang telah tumbuh dalam kehidupan masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan.

” Gotong royong salah satu warisan leluhur dan kearifan lokal yang harus dilestarikan, dan diharapkan mampu bertahan sebagai filter modernisasi dan globalisasi yang diharapkan mampu mempengaruhi kehidupan bermasyarakat yang kini cenderung individualis,” Tutur Serda Budiarso.

Selain itu, menurutnya Gotong royong juga mampu memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sehingga dapat menghindari terjadinya konflik horisontal di masyarakat.

Dalam kegiatan pembersihan parit/saluran air tersebut, hadir Kepala Desa Sidomekar Suparyanto, para aparatur desa dan seluruh elemen masyarakat setempat.

Dalam Kesempatan itu Suparyanto mengatakan bahwa kegiatan gotong-royong direncanakan akan terjadwal secara berkala atau satu bulan satu kali, melakukan gotong royong disetiap kampung. “Saya harapkan kedepan tidak ada lagi parit-parit yang buntu, oleh sebab itu melalui RT masing-masih harus menggerakkan warganya untuk bergotong royong paling tidak masyarakat bertanggung jawab membersihkan lingkungan dan pekarangan disekitar rumahnya masing-masing, apa bila sudah bertanggung jawab membersihkan masing-masing sudah pasti lingkungan bersih,” terang Suparyanto

Ditambahkan bahwa pemerintah sudah membangun jalan dengan parit, tugas masyarakat adalah memelihara fasilitas tersebut dengan cara merawat dan membersihkannya, selain lingkungan bersih, maka luapan air tidak akan terjadi, khususnya pada musim penghujan seperti saat ini ” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *