Calon Kades, Boleh Mengundurkan Diri Sebelum Pemungutan Suara


KALIANDA-(wartaselatan.com)


Perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang merupakan pesta demokrasi warga masyarakat desa yabg akan dilaksanakan secara serentak sudah semakin dekat, sehingga berbagai spekulasi di masyarakat sudah mulai bermunculan .


Padahal pada saat ini diketahui bahwa panitia Pilkades serentak periode I tahun 2021 diseluruh wilayah bumi khagom mufakat ini masih melaksanakan tahapanya.

Namun  menjelang pelaksanaan yang semakin dekat yang Insyaallah  akan digelar pada tanggal 28 Oktober 2021 mendatang sudah semakin kencang dan berkembang spekulasi dimasyarakat.

Spekulasi yang santer beredar dimasyarakat mulai dari sjapa yang akan duduk sebagai pemenang dalam pemilihan sisatu desa, bahkan ada yang mempertanyakan bagaimana kalau calon kadesnya cuma dua orang, dan bisa tidaknya apabila mengundurkan diri sebelum pelaksanaan hari pencoblosan/hari pemungutan suara.

Saking banyaknya spekulasi yang terus berkemang Tim warta selatan.com mencoba menghubungi Camat Kecamatan Sidomulyo, Erman Suheri, SE, Minggu (17/10/2021) melalui telephone selulernya mencoba mencari jawaban dan menanyakan beberapa hal spekulasi yang saat ini beredar dikalangan masyarakat, tentang pengunduran diri calon kepala desa  sebelum pelaksanaan pencobloksan atau hari pemungutan suara.


Melalui pesan Whatshappnya Camat Kecamatan Sidomulyo Erman Suheri, SE menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 12 tahun 2021 tentang Petunjuk Tehnis Tata Cara Pemilihan Pengangkatan / Pelantikan dan Pemberhentian Kepala desa disebutkan bahwa dalam.pasal 57 disebutkan bahwa pada ayat (1) dijelaskan bahwa Dalam.hal.calon kepala desa meninggal dunia atau mengundurkan diri sebelum pelaksanaan pemungutan suara, pemungutan suara tetap dilaksanakan sesuai ketentuan. Dalam ayat dua diaebutkan juga bahwa  Dalam hal calon kepala desa meninggal dunia  atau.mengundurkan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperoleh suara terbanyak  pada saat pemungutan suara, maka calon kepala desa yang memperoleh suara terbanyak  kedua ditetapkan sebagai  calon terpilih .


” Calon Kades boleh mengundurkan diri sebelum pelaksanaan Pemungutan suara, akan tetapi walaupun nantinya  saat pemungutan suara memperoleh suara terbanyak , panitia akan menetapkan calo kades yang memperoleh suara terbanyak kedua ” 


Hal itu dilakukan oleh panitia mengingat  yang bersangkutan sebelum pelaksanaan  pemungutan suara sudah menyatakan mengundurkan diri, oleh karena itu saya berharap kepada calon Kades agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan .” Ungkapnya. 


Camat Sidomulyo juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan Pilkades  nanti, selain akan memperketat protokol kesehatan (Prokes) tempat pemungutan suara (TPS)  juga akan dibatasi jumlah para pemilihnya maksimal 500 orang setiap TPS, hal itu dilakukan dalam rangka menjaga jarak dan kerumunan  dimasa pandemi seperti saat ini. Diharapkan dengan pelaksanaan Pilkades ini tidak terjadi klaster baru covid-19 ini. ” Pubgkasnya.  (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *