Sebanyak 81 KPM Desa Tengkujuh, Terima BLT-DD Tahap II Tahun 2022

KALIANDA-(wartaselatan.com)

Pemerintah desa Tengkujuh kecamatan Kalianda kabupaten Lampung Selatan, menggelar penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun anggaran 2022 kepada 81 keluarga penerima manfaat (KPM), di aula kantor desa Tengkujuh, Kamis (19/5/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut, camat Kalianda Zaidan SE, kepala desa Tengkujuh Hasyim Adnan SPd, SD beserta jajaran, ketua BPD desa tengkujuh Salahuddin, pendamping desa tengkujuh Ridwan serta masyarakat penerima manfaat.

Kepala desa Tengkujuh Hasyim Adnan menyampaikan, pembagian BLT-DD tri wulan tahap kedua tersebut sebesar Rp. 900.000,- dan dibagikan kepada 81 KPM.

” Pembagian BLT-DD tahap kedua ini dibagikan untuk bulan april hingga juni, tiga bulan sekaligus sebesar Rp. 900.000, untuk 81 keluarga penerima manfaat “.ucap kepala desa Tengkujuh tersebut.

Masih dalam sambutannya, Hasyim Adnan juga berharap, bantuan langsung tunai yang diberikan pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik serta dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para keluarga penerima manfaat di desanya.

“Untuk bapak-bapak dan ibu-ibu para penerima BLT-DD, gunakan dana yang diberikan pemerintah untuk hal yang positif, untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga kita masing-masing”.harap Hasyim.

Masih dalam kegiatan yang sama, camat Kalianda Zaidan SE juga menyampaikan, kehadirannya dalam kegiatan tersebut untuk monitoring dan mengawasi pembagian BLT-DD di desa tengkujuh, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

“Hari ini dan disini adalah desa ketiga saya hadir dalam penyerahan BLT-DD, dikarenakan kewajiban, hadirnya saya untuk monitoring serta pengawasan, sudah dibagikan apa belum BLT-DD di desa Tengkujuh, karena tidak ingin menimbulkan hal yang tidak saya inginkan”. sambut camat kalianda itu.

Zaidan juga berharap, kepada pemerintahan desa Tengkujuh tetap berjalan sesuai tupoksinya, serta tidak menimbulkan hal negatif untuk masyarakat, juga berharap pemerintahan desa selalu menjadi pengayom bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan aparat desa tetap pada koridornya, agar tidak menimbulkan riak, jika kalian menimbulkan riak lemparin kelaut, jadilah aparat desa sebagai pengayom masyarakat”.tutup Zaidan. (Pra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *