spot_img
Minggu, Januari 29, 2023
spot_img
spot_img
BerandaTak BerkategoriBalita Penderita Jantung Bocor Di Palas Butuh Uluran Tangan.

Balita Penderita Jantung Bocor Di Palas Butuh Uluran Tangan.

-

PALAS-(wartaselatan.com)

Iqbal (2) tahun anak kedua pasangan Abdulloh dengan Mardiana, warga Desa Dusun II Kuningan RT/RW 02/02 Desa Sukamulya Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, hanya bisa menangis merasakan sakit selama dua tahun lebih dikarenakan penyakit yang di idapnya. Senin (26/12/2022).

Kondisinya saat ini sungguh memperihatinkan, dimana balita seumuran dirinya seharusnya bisa bermain bersenda gurau namun tidak yang dialami Iqbal, balita itu hanya bisa menangis di tempat tidur dan di gendongan sang ibu.

Semenjak diagnosis oleh dokter penderita jantung bocor kedua orang tuanya hanya bisa pasrah, menurut dia keluar masuk rumah sakit sudah tidak terhitung lagi, ke tabib juga pernah bahkan apa yang di sarankan oleh saudara maupun tetangga sudah pernah dia jalani namun hasilnya masih belum ada perubahan.

Material untuk persiapan membuat rumah pun habis di jual untuk biaya penebusan obat. Menurut pengakuan bapak dua anak itu Kurang lebih 8 bulan ini dirinya bolak balik ke rumah sakit untuk memeriksakan sang anak dan harus mengeluarkan biaya untuk menebus obat belum juga untuk susu dan yang lainnya.

“Satu bulan saya harus mengeluarkan Rp. 510 ribu perbualan, untuk penebusan obat belum dengan susu dan lainnya,” tutur dia saat di temui di rumah geribik yang dihuninya

Saat ini dirinya sedang menunggu waktu untuk operasi di RS. Harapan Kita di jakarta dengan bantuan pemerintah desa setempat untuk mengurus persyaratan dokumen, pada bulan (10/02/2023), anaknya akan menjalani operasi.

Dirinya saat ini kebingungan biaya yang akan di bawa ke jakarta, sedangkan sang istri hanya bisa menangis setiap meliat sang buah hati tak tahu harus berbuat apa lagi, dan apa lagi yang harus dijual untuk biaya berobat anaknya.

“Ya mas tanggal 10 Februari 2023, nanti dedek iqbal akan menjalani operasi, namu kami bingung mau cari kemana biayanya sedangkan yang kami punya semua sudah kami jual untuk biaya penebusan obat selama delapan bulan ini,” ucap Mardiana sambil meneteskan air mata dengan mengendong sang buah hati. Lanjutnya, demi kesembuhan sang buah hati, apapun akan dilakukan walupun akan pinjam sana sini, tidak tahu nantinya bagaimana.(Sri/Pra)

Related articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
3,684PengikutMengikuti
20,500PelangganBerlangganan
spot_img

Latest posts