Ditengah Kekurangan Pasokan Air, Petani di Palas Mulai Panen

0
100

PALAS-(wartaselatan.com)

Ditengah kurangan pasokan air pada musim tanam sadon / musim gadu tahun 2023, sebagian wilayah di kecamatan palas, Kabupaten Lampung Selatan, sudah mulai masuk panen.

Walau hasilnya tak sepadan dengan modal yang mereka keluarkan pada musim kemarau ini, namun para petani masih punya harapan untuk menyambung kelangsungan hidup.

Informasi yang di himpun media Liputan4 TV, tercatat 792 Hektar yang sebagian di wilayah Kecamatan Palas, masuk pada musim panen, dari 5000 Hektar lahan pesawahan di kecamatan palas.

“Ya Mas sebagian wilayah di kecamatan palas ada yang sudah panen, sekitar 792 Hektar, ada pula yang masih berumur 20-60 hari,” Ucap Upt. TPH.BUN, Kecamatan Palas, Yusak Murjoko, Senin, (19/9/2023).

Menurut Yusak, Musim tanam gadu adalah musim tanam yang tidak ada pengairannya dan mengandalkan air hujan atau tadah hujan, namun saat ini para petani pada musim gadu banyak yang menggunakan Sumur Bor, Sibel, walaupaun biayanya nambah.

“Musim tanam gadu ini dimulai pada April sampai Juli, sedangkan Musim tanam kemarau saat ini terjadi Agustus, September, dan Oktober, Hal ini disebabkan pengaruh perubahan iklim el nino. Kendati demikian,” tambah dia

Di Tempat Terpisah Muhidin Petani Desa Kalirejo yang saat ini sedang mulai panen, pada musim gadu saat ini menurut dia
dari hasilnya turun, Dari 1 hektare lahan miliknya yang tadinya mendapatkan 6,5 ton dengan varietas padi inpari, saat ini hanya memperoleh 4,5 ton.

“Turun mas hasilya, selain kekurangan pasokan air, hama tikus dan wereng pun menyerang padi pada musim gadu ini, untuk harga padi dari lahan Rp 6600/Kg jual ke temgkulak ” Katanya. (Sw)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini