Alwi : Saya Akan lakukan Langkah Hukum, Apabila Pengurus Gapoktan Tidak Segera Bereskan Masalahnya Dengan Anggotanya

0
283
Img 20231130 Wa0054

TRANS TANJUNGAN-(wartaselatan.com)

Carut-marutnya permasalahan pupuk antara ketua Gabungan Kelompok Pertanian (Gapoktan) bersama para anggotanya hingga saat ini belum ada kejelasan.

Kelompok tani desa Tras Tanjungan yang berjumlah 17 kelompok tani ini, Selasa (28/11/2023) melakukan pertemuan bersama Aparatur desa dan Forkopimcam Kecamatan Katibung.

Dalam pertemuan tersebut para anggota mengutarakan uneg-uneg seputar pembagian pupuk yang tidak rata yang dilakukan oleh Gapoktan, serta iuran pembentukan Koperasi yang hingga saat ini belum terwujud.

Salah satu anggota kelompok tani Sugianto (55) mengatakan bahwa pihaknya sudah tiga tahun menyerahkan iuran pendirian koperasi pertanian yang dipimpin oleh Sarmadi.

Namun hingga saat ini koperasinya belum juga berdiri, sehingga para anggota mempertanyakannya.

” Sudah tiga tahun koperasi itu belum juga terwujud, padahal kami sudah membayar iuran anggota “

Sehubungan dengan hal tersebut kami meminta kepada aparatur desa Trans Tanjungan agar mengambil langkah-langkah konkrit, agar permasalahan ini cepat selesai ” Ucap Sugianto.

Ditempat yang sama ketua Gapoktan Trans Tanjungan Sarmadi , membenarkan bahwa pihaknya telah menerima iuran anggota dari 17 kelompok tani yang ada didesanya. Menurutnya bahwa uang iuaran anggota tersebut hingga saat ini masih ada pada bendahara Gapoktan

” Benar, kami sudah memungut uang iuran anggota kelompok tani, dan saat ini uangnya masih ada pada bendahara “

Kemudian apabila ada anggota yang akan mengambilnya, silahkan hubungi bendahara bulan depan .

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Desa Trans Tanjungan Drs Alwi Amir kepada wartawan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas adanya carut marut pupuk yang merugikan para petani oleh Gapoktan didesanya. Begitu juga dengan keinginan para anggota kelompok tani yang meminta uang iuaran koperasi dikembalikan yang hingga saat ini belum terwujud

” Saya akan usut tuntas masalah carut marut pupuk antara anggota dan Gapoktan yang ada didesa ini “

Begitu juga dengan permaslah lainya, seperti pengembalian uang iuran pendirian koperasi dan bantuan lainya yang hingga saat ini belum jelas bentuknya. Oleh karena itu apabila hal itu tidak diselesaikan oleh ketua Gapoktan secara kekeluargaan, maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan

” kalau permasalahan antara apengurus Gapoktan dengan Anggotanya tidak beres secara kekeluargaan, maka kami akan lakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan “

Hal itu juga pengajuan RDKK tahun depan, kami juga tidak akan tanda tangan sebelum semua permasalahan dituntaskan ” Tutup Alwi Amir. (Cak Ton/Pendi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini