Hindari Calo Tenaga Kerja, BP3MI Gelar Sosialisasi di desa Trans Tanjungan

0
237
Img 20240207 Wa0029

LAMSEL-(wartaselatan.com)

Untuk menghindari calo tenaga kerja dan pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang akan berangkat keluar negeri, Balai Pelayanan, Perlindungan dan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) melakukan sosialisasi di Aula desa Trans Tanjungan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (6/2/2024).

Pelaksana sosialisasi tenaga kerja ke luar negeri tersebut digagas oleh Nike Dalwiyanti Alwi yang juga Caleg DPR RI nomor urut 9 dari partai PDI Perjuangan bersama Pemdes desa Trans Tanjungan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BP3MI Provinsi Lampung Gimbar Ombai Helawarna beserta Rombongan, Kepala desa Trans Tanjungan Drs Alwi Amir, Ketua REPDEM PDI Perjuangan Jakarta Jimmy, bersama Istri dan Rombongan, Irfan Kuasa Hukum REPDEM PDI Perjuangan, Calon DPR RI Dapil Lampung 1 Nomor 9 dari Partai PDI Perjuangan Nike Dalwiyanti Alwiq, Mahasiswa KKN UNILA, Masyarakat Kecamatan Katibung dan Candipuro, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda.

Dalam sambutannya Kepala desa Trans Tanjungan Alwi secara pribadi dan mewakili seluruh Masyarakat mengucapkan terimakasih kepada BP2MI yang sudah hadir di Desa Trans Tanjungan.

Perlu diketahui, acara sosialisasi ini bisa terlaksana karena adanya Sponsor dari Nike Dalwiyanti Nomor 9, Calon DPR RI Dapil Lampung dari Partai PDI Perjuangan yang merasa prihatin dengan keadaan masyarakat sekarang ini, banyak yang bekerja ke Luar Negeri tetapi  melalui Calo.

Hari ini yang hadir diacara ini, tidak hanya dari desa Trans Tanjungan, tetapi ada juga dari desa lain, hal ini karena ingin diberikan pengetahuan penyampaian dan informasi karena selama ini tidak asing lagi bagi masyarakat bahwa yang menyangkut masalah ketenaga kerjaan itu terkait dan selalu berhubungan dengan Calo.

Dengan hal ini dimohon untuk BP3MI agar kiranya memberikan pengetahuan kepada kita semua sekaligus sosialisasi supaya tidak menimbulkan hal hal yang tidak di inginkan dan akhirnya merugikan semua kalangan khususnya masyatakat yang ingin bekerja ke Luar Negeri.

Besar harapan saya untuk desa Trans Tanjungan mudah mudahan ada reques, supaya kalau ada yang mau berangkat menjadi PMI, bisa melalui BP2MI. Mudah mudahan dengan adanya pertemuan hari ini harapan saya bisa menjembatani supaya hal yang negatif menjadi positif akhirnya kita bisa bekerja sama dengan BP2MI.

Saya atas nama Pemerintah desa mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara ini, mudah mudahan kita bisa menjalin silaturahmi untuk menjalin tali silaturahmi yang baik antara Pemerintah, Masyarakat dan khususnya BP3MI di Provinsi Lampung, tutup Alwi.

Ditempat yang sama, Ketua Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Lampung Gimbar Ombai Helawarna mengatakan kehadirannya di desa Trans Tanjungan adalah Sosialisasi Prosedur  Penempatan Pekerja Migran Indonesia secara formal (secara resmi), karena ketika bapak ibu bekerja ke Luar Negeri secara prosedur atau resmi Negara akan selalu hadir dan menjamin keselamatan dan perlindungan bapak ibu semua.

Sosialisasi ini digelar karena pada saat ini juga masih banyak berkeliaran Calo-Calo, Sponsor-Sponsor yang menawarkan bekerja ke Luar Negeri secara mudah secara cepat tetapi pada kenyataannya itu bermasalah, ketika mau pulang ke Indonesia susah.

Sosialisasi Pekerja Migran Indonesia secara formal ini merupakan program di  kantor kita, kita juga bekerja sama dengan pihak pihak lain seperti Pemerintah Daerah dan juga Perwakilan Masyarakat akan kita layani untuk Sosialisasi.

Perlu diketahui, bekerja di Luar Negeri itu tidak pernah didorong oleh Pemerintah, contoh Kepala desa, tidak pernah mendorong masyarakatnya untuk bekerja ke Luar Negeri, tetapi kewajiban Pemerintah adalah menciptakan lapangan kerja di Dalam Negeri. Tapi pada kenyataannya mencari kerja di Dalam Negeri itu susah, walaupun ada, gajinya juga kecil. Begitu ada kesempatan bekerja di Luar Negeri, Pemerintah harus memfasilitasinya, karena itu adalah hak warga negara untuk mendapatkan kehidupan dengan layak.

BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementrian, jadi kalau ada yang mendengar ada Kementerian Ketenagakerjaan, Kementrian Pendidikan, Kementrian Kesehatan, BPBD, kami juga Lembaga Pemerintah, kami PNS. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ini  (BP2MI) di Pusat dan punya Cabang di Provinsi namanya BP3MI (Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia). Jadi kami adalah wakil BP2MI yang ada di Provinsi, kami bekerja sama dengan Dinas, dengan Kepala desa, dengan Bupati, dengan Gubernur yang ada di Provinsi Lampung dalam Rangka Pelayanan Masyarakat yang akan bekerja di Luar Negeri.

Jadi bapak ibu yang akan bekerja secara prosedural (Resmi) akan bertemu dengan kami, kalau bapak ibu tidak bertemu dengan kami, artinya bapak ibu tidak bekerja secara prosedur atau tidak resmi. Karena ketika bapak ibu akan berangkat pasti bertemu dengan kami, akan kami berikan pelatihan orientasi pembelajaran untuk persiapan bapak ibu berangkat ke Luar Negeri, terkait hak dan kewajiban, kalau ada apa apa disana bagaimana, peraturan disana bagaimana kemudian bagaimana bapak ibu terhindar dari radikalisme, bagaimana terhindar dari penipuan. Jadi selama disana bapak ibu merasa aman.

Nanti pas diujung mau berangkat, pasti akan bertemu dengan kami. Jadi tugas kami adalah memberikan perlindungan sebelum berangkat ke Luar Negeri. Sebelum berangkat bapak ibu sudah mendapatkan perlindungan, jadi kalau ada masalah bapak ibu bisa bertanya ke kami, contoh   masalah biaya, berangkat lewat apa, itu bisa ditanyakan ke kami BP3MI. Jangan sampai niat suci kita untuk mendapatkan perbaikan hidup malah dimanfaatkan oleh orang orang yang hanya mendapatkan keuntungan sesaat.

Lampung meeupakan Provinsi ke Lima (5) yang mayoritas banyak bekerja di Malaysia dan Taiwan. Jenis pelayanan yang kami lakukan kepada bapak ibu dan masyarakat yang akan bekerja di Luar Negeri yang pertama di bidang penempatan, kami disini mengurusi kalau ada PMI yang pulang, kami akan data, baik itu PMI Cuti ataupun Selesai. Kalau ada apa apa datang saja ke kantor kami, sampaikan keluhannya pada kami, jangan takut. Kami adalah pelayan bagi bapak ibu semua, tugas kami adalah melayani bapak ibu sekalian, kami digaji oleh bapak ibu sekalian melalui bapak ibu yang bekerja di Luar Negeri, kirimannya akan menjadi pajak, menjadi Devisa Negara, jadi kami adalah pelayan bapak ibu sekalian.

Jika ada masalah dari pihak pihak terkait dalam rangka bapak ibu berangkat kemudian menuntut terkait dengan kewajiban, kami bisa melakukan  mediasi, jadi kita bisa mempertemukan antara bapak ibu  antara PMI atau yang terkendala dengan pihak terkait, kami akan mencari dan bermusyawarah jika ada permasalahan. Kita juga akan membantu jika ada masyarakat Lampung, khususnya Lampung Selatan, jika ada yang sakit, kita akan antar kesini, jadi ada tugasnya  perwakilan kita di Luar Negeri jadi ada Kwdutaan Besar kita di Luar Negeri ya, jadi mereka akan mengantarkan ke Indonesia dan sampai di Indonesia kita akan menghantarkan kw Kampung Asal, termasuk juga yang sakit ataupun Jenazahnya.

 Kita juga akan melatih bagi bapak ibu yang sudah pulang dari Luar Negeri, sudah punya tabungan, kami akan bantu untuk jiwa bisnisnya muncul, ingin bisnis apa, kemudian kita akan bantu pelatihannya, kita akan bantu pemasarannya.

Kami juga ada bagian kelembagaan yang datang ke desa desa untuk sosialisasi tentang apa saja yang diperlukan untuk bekerja di Luar Negeri. ” Tutupnya. (Pendi)l

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini