spot_img
Jumat, Februari 23, 2024
spot_img
spot_img
BerandaLampung SelatanPuso Ancam Ratusan Hektare Sawah di Sidomulyo

Puso Ancam Ratusan Hektare Sawah di Sidomulyo

-

SIDOMULYO-(wartaselatan.com)

Ratusan hektare tanaman padi di desa Sidomulyo kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan terancam gagal panen (Puso) karena kekeringan. Minggu (15/1/2023).

Tanaman padi yang baru berusia sekitar 3 (tiga) minggu itu, mulai terlihat layu dan menguning karena tidak ada air, tanahnya juga mulai pecah pecah dan saluran irigasi yang biasa untuk mengairi sawah para petani terlihat kering tidak ada air.

Seorang petani yang tidak mau disebutkan identitasnya, beralamat di dusun Way Kalang desa Sidomulyo menyampaikan ke Media ini, dari seminggu setelah tanam, air irigasi sudah tidak mengalir. Ujarnya.

Dari pintu air BK 4 yang ada di dusun Sidosari, yang arah ke desa Sidowaluyo kecamatan Sidomulyo kering tidak ada airnya, tetapi yang arah ke kecamatan Candipuro lancar airnya mas. Tambahnya.

Gimana mau lancar kalau yang di babat cuma rumputnya saja, lumpurnya tidak dibersihkan. Terus di pintu air Dam BK 4 itu yang kearah kecamatan Candipuro dibuat menurun sedangkan yang ke arah desa Sidowaluyo menanjak dan lumpurnya tidak pernah dibersihkan.

Kalau satu minggu lagi tidak ada hujan, sudah dipastikan ratusan hektar tanaman padi ini akan menguning dan€ tidak normal. Sebagai petani harapan kami ya bisa panen mas, karena kita sudah keluar banyak modal. Tutupnya.

Edi Hermanto (40) yang bertugas pembagi air di Dam BK 4 dusun Sidosari desa Sidomulyo kecamatan Sidomulyo mengatakan bahwa sekarang ini irigasi sudah tidak ada air, pintu air itu tidak saya tutup. Karena memang tidak ada waduk atau sumber air jadi kalau musim kemarau air dari bendungan tidak cukup untuk mengairi sawah, serta saluran irigasi yang diatas sudah banyak yang rusak atau jebol. Serta terhitung dari bencana banjir bulan Oktober 2022 tidak ada hujan deras, yang ada gerimis. Ujarnya.

Kalau untuk yang kearah kecamatan candipuro walaupun sedikit bisa mengalir airnya, karena menurun. Dan tidak deras mengalirnya, berbeda dengan yang arah ke desa Sidowaluyo, agak menanjak jadi airnya tidak bisa mengalir walau sudah saya buka pintu airnya. Tambahnya.

Pintu air itu tidak pernah saya tutup Karena dulu memang ada kuncinya, tetapi sering hilang jadi sekarang saya pakai baut sehingga tidak bisa ditutup, kalau air datang dari atas otomatis akan terbagi. Tutupnya. (/Pendi)

Related articles

8 KOMENTAR

  1. Simply wish to say your article is as amazing. The clearness in your post is just nice and i could assume you’re an expert on this subject. Well with your permission let me to grab your feed to keep updated with forthcoming post. Thanks a million and please carry on the gratifying work.

  2. Thanks, I have recently been looking for info about this subject for a while and yours is the greatest I have discovered so far. However, what in regards to the bottom line? Are you certain in regards to the supply?

  3. What i do not understood is in truth how you are not actually a lot more smartly-liked than you may be now. You are very intelligent. You realize therefore significantly in the case of this topic, produced me individually imagine it from numerous numerous angles. Its like men and women don’t seem to be fascinated until it is one thing to do with Woman gaga! Your own stuffs nice. All the time care for it up!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Latest posts